SUARA

Polres Buton Lakukan Revolusi Mental, Ini Hasilnya

SULTRAKINI.COM: BUTON – Program Presiden Jokowi yang dikenal dengan Revolusi Mental bertujuan merubah mental tidak baik menjadi baik, agar memiliki bangsa maju dan berkarakter yang merupakan Nawacita dari Trisakti Presiden RI pertama, Soekarno. Nampaknya program itu berdampak positif bagi anggota Polres Buton. Bagaimana tidak, sejak dilaksanakannya kegiatan revolusi mental sudah banyak perubahan ditubuh personil Polres Buton.Wakapolres Buton, AKP Muhammad Fahroni mengklaim, perubahan yang nampak dari anggotanya bisa dilihat dari perubahan tingkah laku. Karena jika dibandingkan tahun 2015, pelanggaran personil Polres Buton semakin menurun pada tahun ini.”Juga bisa dilihat dari segi disiplin, dan pada saat mereka melakukan tindakan di lapangan, yang dulunya Polri itu antagonis sekarang protagonis. Serta yang tadinya tidak humanis sekarang humanis,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu(17/2/2016).Kegiatan revolusi mental di Polres Buton, dilaksanakan 2 gelombang. Masing-masing gelombang berlangsung 4 hari dengan instruktur 5 orang, yaitu Wakapolres, Kabagsumda, Kasatlantas, Kasatreskrim, dan Kapolsek Pasarwajo yang diikuti sebanyak 70 anggota Polres Buton.”Memang baru minggu kemarin kita laksanakan di Polres Buton untuk revolusi mental gelombang pertama, tapi tetap akan ada evaluasi supaya bisa kita rubah mungkin dari sisi pemberian materi. Selain itu ada materi keterampilan mendengar dan bertanya, sehingga ada feedback yang disampaikan oleh anggota. Tidak hanya bertanya tapi bisa memberikan saran dan masukan,” jelas Fahroni.Kata dia, kegiatan revolusi mental yang digelar di Polres Buton juga disampaikan 3 item yang terdapat pada Trisakti Revolusi Mental. Pertama, berdaulat dalam bidang politik yang memiliki 2 nilai yaitu nilai kekeluargaan. Kedua, berdikari dalam bidang ekonomi yang juga memiliki 2 nilai, yaitu mandiri dan kreatif. Ketiga, berkepribadian dalam nilai budaya yang memiliki nilai saling menghargai dan gotong royong.Fahroni berharap, dengan adanya revolusi mental, tidak hanya berdampak positif pada personil Polres Buton, tetapi juga berdampak pada seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya di Buton. Sehingga bangsa Indonesia bisa lebih maju dan disegani oleh negara-negara lain.”Harapannya kita bisa laksanakan untuk gelombang berikutnya, karena kan dari 319 personil baru 140 yang melaksanakan. Kalo anggota Polri bisa laksanakn revolusi mental ini bisa berkembang di masyarakat, sehingga program pemerintah secara umum atau di Buton khususnya bisa terwujud. Sehingga kita bisa lebih maju lagi ataupun lebih dipandang lagi dari negara-negara lain,” pungkasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.