Iklan Clarion

Polres Konawe Serahkan Tersangka OTT ke Inspektorat

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe, menyerahkan tiga tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe kepada Badan Inspektorat kabupaten.

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar, melalui Kasat Reskrim, IPTU Rachmat Zam Zam saat dikonfirmasi membenarkan jika para tersangka pungutan liar (pungli) di Dikbud Konawe diserahkan ke Inspektorat. Tetapi, ia menepis adanya kabar ketiganya dinyatakan tidak bersalah.

“Mereka tetap bersalah. Makanya kami tangkap. Barang bukti juga ada,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/3/2018).

Terkait penyerahannya ke Inspektorat, lanjutnya, biarkan badan pengawas internal pemerintah itu yang memberi hukuman kepada ketiga tersangka.

“Hukumannya bisa berupa pemberitan sanksi nonjob atau penurunan pangkat pegawai yang bersangkutan. Sanksi seperti ini, sepenuhnya wewenang Inspektorat dan bupati,” jelasnya.

Menurut Rachmat, jika pihaknya tetap melanjutkan perkara tersebut ke penyidikan, anggaran yang dikeluarkan akan lebih besar. Bahkan kata dia, kegiatan penyidikan di Polres, penuntutan di kejaksaan hingga vonis di pengadilan bisa menghabiskan anggaran di atas Rp 40 juta.

“Kalau kita lanjut ke penyidikan, biaya yang mesti dikeluarkan negara ke kami itu tinggi. Sementara uang yang diserahkan dari hasil OTT hanya Rp 800 ribu,” terangnya.

Racmat juga menambahkan, penyerahan para pelaku pungli ke Inspektorat juga sudah merupakan kesepakatan bersama dalam tim Sapu Bersih (Saber Pungli) Konawe. Tim tersebut merupakan tim lintas sektoral.

Diketahui bahwa, tim Saber Pungli Polres Konawe mengamankan tiga tersangka pungli dalam sebuah OTT di Dikbud Konawe, Kamis (15/3/2018). Mereka adalah ST, T dan H. Mereka ditangkap karena diduga melakukan pungli atas kegiatan pemberkasan sertifikasi profesi dan tambahan penghasilan guru di Kabupaten Konawe.

 

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.