Polres Muna: Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan masih Diselidiki

SULTRAKINI.COM: MUNA – Satuan Polisi Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Muna masih menyelidiki dugaan kasus kekerasan terhadap salah seorang wartawan media cetak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna 27 Maret 2017 lalu.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi mengatakan, guna melengkapi bukti-bukti perkara, terkait kekerasan terhadap wartawan tersebut, pihaknya akan melakukan gelar perkara di Polda Sultra. 

“Karena ada perkara lain yang saya akan gelar, yakni tiga pengaduan ditambah laporannya pak Ahmad. Jadi sekalian digelar di sana (Polda Sultra). Tapi saat ini masih menunggu informasi dari Polda terkait balasan surat yang di kirim Jumat pekan lalu,” katanya, Senin (10/04/2017).

Apabila telah cukup bukti lanjut Fitrayadi, Menurut Fitrayadi, maka akan menentukan siapa tersangka dalam kasus tersebut.  “Jadi tidak serta merta orang ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, La Ode Pandi Sartiman, mengharapkan gelar perkara kekerasan terhadap Jurnalis di Muna dapat berjalan sesuai koridor hukum. Sebab aksi yang dilakukan oleh oknum pegawai RSUD Muna dianggap sangat membahayakan kebebasan dan kemerdekaan pers. 

Kantor Bulog Raha

“Harus ada kejujuran dari semua pihak dalam penanganan perkara ini,” singkat Pandi melalui WhatsApp.

Insiden kekerasan oleh wartawan media cetak, Ahmad Evendi, terjadi di depan ruang kantor Tata Usaha RSUD Muna. Drinya ketika itu tengah menjalankan aktivitas jurnalistik atas dugaan pungli dalam pengurusan berkas pengesahan Surat Keputusan honorer. Ahmad dipukuli tiga kali oleh sejumlah oknum pegawai dan berusaha merampas telepon genggam yang digunakannya memotret usai mengambil gambar aktivitas di ruang pelayanan tersebut.

“Dua kali pukulan dengan tangan kosong, satu kali pakai sepatu. Namun semua itu saya tangkis,” terang Ahmad.

(Baca: Polres Sidik Kasus Kekerasan pada Wartawan, Pemda Muna Minta Maaf)

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.