SULTRAKINI.COM: KENDARI - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan kasus penganiayaan yang diduga telah menyudutkan salah seorang perawat di Rumah Sakit Umum Djafar Harun, Kolaka Utara (Kolut).

PPNI Sultra Bentuk Tim Investigasi Kawal Perawat Rumah Sakit Djafar Harun
Ketua DPW PPNI Sultra, Herianto. (Foto: Dok.Pribadi/SULTRAKINI.COM)

Ketua DPW PPNI Sultra, Herianto mengatakan pihaknya tidak tinggal diam terkait adanya dugaan intimidasi terhadap profesi perawat di daerah itu.

"Saat ini kami sudah menunjuk DPD PPNI Kolut untuk melakukan investigasi dan mencari kebenaran, terkait kronologi kasus yang terjadi di Rumah Sakit Djafar Harun Kolut," ujar Herianto kepada SultraKini.Com, Senin (20/11/2017).

Herianto juga menyayangkan, terkait adanya sikap oknum Dokter yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas dan mencederai perasaan terhadap petugas jaga yang juga seorang perawat.

"Tentunya kita juga harus melihat keadaan, lagian juga kan yang dirawat ini adalah ibu si Perawat itu sendiri. Mestinya, jika memang ada laporan yang keliru seharusnya gunakanlah komunikasi yang baik dan sopan. Karena siapapun itu, jika kita menyampaikan sesuatu dengan cara yang dapat menyakiti perasaan seseorang, apalagi terhadap keluarga pasien tentu itu akan menimbulkan dampak yang negatif," ucapnya.

Pihaknya menegaskan, akan mengawal kasus ini untuk mencari kebenarannya. Jika ditemukan adanya pihak yang mencoba menyudutkan profesi perawat tanpa alasan, PPNI akan bersikap tegas.

"Sekarang intinya kita ikuti prosesnya terlebih dahulu seperti apa, karena ini masih berjalan dan kita juga akan pantau terus," pungkasnya.

(Baca: IDI Sultra Bantah Klinik Azalia Melakukan Malapraktik)


Laporan: Wayan Sukanta

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations