SUARA

PPNI Ungkap Fakta Pelaku Pelecehan Seksual di National Hospital

SULTRAKINI.COM: Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DPW Jawa Timur Jumat berencana memanggil kedua belah pihak, terkait berita pelecehan seksual pasien di National Hospital Surabaya.

Keduanya adalah diduga oknum perawat dan pihak menejemen rumah sakit.

Sekertaris PPNI DPW Jatim, Misutarno, menegaskan hal tersebut, Kamis (25/1/2018).

Pria yang akrab disapa Tarno ini menunjukkan beberapa fakta terkait diduga pelaku yang tak banyak diketahui awak media.

(Baca juga: Kasus Pelecehan Pasien, PPNI Bentuk Tim Investigasi)

Pertama, diduga oknum perawat adalah lulusan D3 Keperawatan, yang bertugas sebagai asisten anastesi.

Kedua, oknum perawat tersebut tidak dipecat pihak rumah sakit, melainkan yang bersangkutan mengundurkan diri pukul 11.00 hari Kamis (25/1/2018).

Tarno menegaskan bahwa PPNI DPW Jatim akan berusaha mendengarkan pernyataan oknum pelaku, Jumat pagi (26/1/2018) sebelum menentukan sanksi.

Sementara itu Pengejaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya terhadap pelaku pelecehan seksual si National Hospital membuahkan hasil.

Jn, terduga pelaku pelecehan seksual terhadap pasien, W sudah tertangkap, Jumat (26/1/2018).

Tertangkapnya pelaku disampaikan Kompol Lily Djafar, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya.

“Sudah tertangkapi jam 05.10 WIB,” sebut Lily menjawab SURYA.co.id, Jumat (26/1/2018).

Pelaku sudah menghilang begitu polisi memburunya sejak Kamis (25/1/2018).

Saat dijemput ke rumah di Babatan Wiyung Surabaya, petugas tak menemukan pelaku.

Kini pelaku sudah dibawa dan diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

“Sedang dilakukan pemeriksaan,” terang Lily.

Sebelumnya, video seorang pasien rumah sakit menangis karena dilecehkan oknum perawat mendadak viral di media sosial.

Di video yang diunggah akun instagram itu tampak cewek berambut panjang menangis sambil mengungkapkan telah mengalami pelecehan seksual ketika masih dalam pengaruh obat bius.

Di hadapan perawat dan pegawai rumah sakit lain, si cewek ini mengadu sambil menunjuk perawat cowok yang telah melecehkannya.

“Kamu pegang payudara saya, kamu remas-remas 2-3 kali. Kamu puter pu***nya. Kamu ngaku?,” katanya sambil menunjuk perawat cowok.

Si perawat hanya tertunduk sambil mengaku khilaf. “Saya minta maaf,” katanya singkat.

Pegawai rumah sakit yang diduga adalah pimpinan perawat itu lalu meminta penegasan perawat cowok itu apakah benar yang dikatakan pasien?

yamaha

Dan si perawat ini mengakuinya lalu meminta maaf sambil menyalami pasien dan keluarganya.

Diakui pasien ini, akibat pelecehan yang dilakukan perawat ini dia sampai tidak bisa tidur dan makan.

“Saya merasa terhina,” akunya sambil terisak.

Dalam captionnya, akun instagram yang diduga milik pasien wanita ini menulis:

“Pantaskah seorang pasien yang lemah tak berdaya mendapatkan perlakuan pelecehan seperti ini ?!,”.

Tidak disebutkan nama rumah sakit yang merawat perempuan cantik ini.

Namun, dari unggahan sesaat sebelum operasi, akun ini menulis berada di sebuah rumah sakit di Surabaya.

Unggahan ini pun langsung viral.

Kasus pelecehan seksual seorang karyawan pria National Hospital Surabaya terhadap pasien wanita, W secara resmi dilaporkan ke polisi, Kamis (25/1/2018) siang.

Yudi Wibowo Sukinto, suami W yang melaporkan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

“Sekarang kasusnya sudah saya laporkan ke polisi. Memang sebelum saya laporkan, polisi sudah lebih dulu mendatangi National Hospital untuk menyelidiki,” kata Yudi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018).

Yudi menegaskan, pelaku memang sudah meminta maaf. Tapi dirinya tidak terima dan memilih melaporkan ke polisi.

“Bukan berati kalau sudah minta maaf, kasus pidananya berhenti,” tegas Yudi.

Yudi bercerita, kejadian yang dialami istrinya bermula ketika operasi kandungan di National Hospital, Selasa (25/1/2018).

Begitu selesai, W dipindahkan dari ruang opearsi ke ruang pemulihan.

Nah saat di perjalanan dan korban masih di atas ranjang itulah terjadi pelecehan.

“Salah satu karyawan National Hospital namanya Junaidi. Dia yang melakukan pelecehan,” tutur Yudi.

Menurut Yudi, pelaku Jd meraba payudara istrinya sampai tiga kali. Sebelum meraba lebih dulu tanya-tanya alamat asal.

“Namanya habis operasi, ya belum berpakaian. Saat itu istri saya sadar, tapi tak berdaya,” jelas Yudi yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Akibat perlakuan asusila yang dilakukan Jd, Yudi mengaku, istrinya mengalami gangguan psikis berat.

“Istri saya sampai stres berat, kalau diajak bicara masih tak konsentrasi,” tutur Yudi.

Sumber: Tribunnews.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.