SULTRAKINI.COM: Jakarta - Presiden Joko Widodo mencicipi kopi khas Maluku yang didatangkan khusus dari Pulau Seram, saat meninjau Stand Emas Biru dan Emas Hijau, sebelum menutup acara Rembuk Nasional, 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran, Senin (23/10).
Presiden Jokowi Ternyata Penyuka Kopi Khas Maluku
Presiden Joko Widodo berbincang dengan barista saat Ngopi Sore di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/10). Acara Ngopi Sore ini juga bertujuan untuk mempromosikan sektor hulu industri kopi di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seperti yang dikutip dari laman Antara, Selasa (24/10), Presiden Jokowi sangat menyukai rasa kopi asal Kobisonta tersebut, karena rasanya nikmat dan beraroma khas.

Kopi yang konon berasal dari pohon yang sudah berusia ratusan tahun itu sangat cocok dikembangkan untuk menunjang industri kreatif yang sangat menjanjikan, karena minuman kopi merupakan komoditas masyarkat global.

Stand Mabes TNI yang berada di ujung Hall mendapat kesempatan pertama dikunjungi Presiden Joko Widodo dan rombongan.

Stand itu menampilkan berbagai produk serbuan teritorial yang disinergikan dengan Program Emas Biru dan Emas Hijau Kodam XVI/Pattimura, dan diawaki oleh lima orang, masing-masing PNS Jefri, Amrullah Usemahu, Ibu Elise, Praka Hanjima dan Hariyono. Mereka adalah Tim Emas Biru dan Emas Hijau Kodam XVI/Pattimura yang selama ini terjun langsung ke lapangan untuk memberikan pelatihan di beberapa wilayah di Provinsi Maluku.

Selama berada di stand, Presiden RI ke-7 itu meninjau berbagai jenis bibit pohon, di antaranya pohon keras, pohon buah dan pohon rempah-rempah serta pohon endemik Maluku yang bernilai ekonomi tinggi seperti pohon Torem. Ikan-ikan segar hasil budi daya dan ikan tangkapan langsung oleh nelayan tak luput dari pengamatannya.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dalam kesempatan itu memberikan penjelasan tentang potensi kekayaan alam yang ada di Maluku dan Maluku Utara, terkait dengan program Emas Biru yakni sumber kekayaan ikan yang selama ini menjadi mata pencarian utama masyarakat Maluku.

Sedangkan program Emas Hijau merupakan budi daya tumbuh-tumbuhan yakni pohon keras, pohon buah, pohon rempah seperti cengkeh dan pala, serta pohon torem yang merupakan pohon endemik Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Saat ini pohon Torem sudah hampir punah karena sulit dikembangbiakkan. Namun Praka Hanjima berhasil membudidayakannya. Selain di Pulau Yamdena, pohon torem hanya tumbuh (bisa ditemukan) di Negara Brasil, Amerika Latin.

Adapun jenis hasil laut yang ditampilkan dalam pameran Rembuk Nasional itu di antaranya ikan tuna, cakalang, tongkol, lobster dan berbagai jenis kerapu.

Presiden Jokowi terlihat serius mengamati produk-produk Emas Biru dan Emas Hijau serta menyimak apa yang disampaikan Pangdam XVI/Pattimura. Diharapkan, program ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah, mengingat potensi kekayaan alam Indonesia khususnya kepulauan Maluku sangatlah berlimpah dan seharusnya dapat menjadi penopang pembangunan perekonomian Indonesia ke depan.

Pangdam menambahkan, Program Emas Biru dan Hijau yang dilaksanakan oleh Kodam XVI/Pattimura turut membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat dengan pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan.

Pada pameran kali ini, tim Emas Hijau Kodam XVI/Pattimura membagikan secara gratis 1.000 bibit pohon dari berbagai jenis tanaman kepada para pengunjung.


Sumber: Liputan6.com

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations