Prihatin Polisi Bunuh Diri, Ini Pesan Kapolda Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Institusi kepolisian kembali digegerkan salah seorang anggotanya yang ditemukan tewas di rumah dinasnya, Asrama Polresta Bandar Lampung. Polisi tersebut ditemukan meninggal dengan luka tembak di kepala. Korban adalah Iptu M Syahir Perdana (23), lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2012.Syahir ditemukan meninggal pada Sabtu (6/2/2016) sekitar pukul 15.00 WIB di Asrama Polresta Bandar Lampung Jalan Sutoyo S2 nomor 7, Kelurahan Gotong Royong Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung. Anggota Reskrim Polresta Bandar Lampung tersebut nekad mengakhiri hidupnya dengan menembak kepala sebelah kanan, diduga karena stress tidak kuat menanggung penyakit yang dialaminya tak kunjung sembuh.Kapolda Sultra Brigjend Pol Agung Sabar Santoso pun ikut menyampaikan keprihatinannya kepada anggota kepolisian yang nekad mengakhiri hidup dengan bunuh diri.”Penyebabnya banyak sampai bunuh diri, penyakit berkepanjangan, hubungan asmara. Dan saya sudah sampaikan kepada semua jajaran, agar masing-masing meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan, agama apapun dan dimanapun melarang bunuh diri,” pesan perwira bintang satu ini.Agung menambahkan, semua pimpinan dalam jajarannya jangan sampai cuek kepada bawahannya.”Kalo ada anggota yang penyendiri, jarang masuk, tanyain dong masalahnya apa dan cari solusinya,” himbaunya.Terkait kepemilikan senjata api yang dikhawatirkan dapat disalahgunakan, Agung menjelaskan bahwa Polda Sultra telah memiliki data psycotest semua anggotanya. Mereka pun tidak memberikan begitu saja senjata api kepada anggota yang memiliki masalah mental.”Anggota yang penyendiri, introvert, akan diawasi dan dimonitor jangan sampai mentalnya gak kuat, trus melakukan hal-hal yang kita tidak inginkan. Kalau ada yang punya mental yang gak bisa nahan segala macem, yah kita gak kasih senjata,” tutupnya saat ditemui awak media, Kamis (11/2/2016).Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.