Produksi Beras di Sultra 2019 Menurun 3,56 Persen

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), pola panen padi di Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari sampai Desember 2019 relatif sama dengan pola panen tahun 2018.

Total luas panen padi pada 2019 seluas 132,34 ribu hektare dengan luas panen tertinggi terjadi pada Mei, yaitu 20,87 ribu hektare dan luas panen terendah terjadi pada Maret, yakni 3,93 ribu hektare.

Jika dibandingkan total luas panen padi pada 2018, luas panen padi 2019 mengalami penurunan sebesar 4,33 ribu hektare atau 3,17 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Muhammad Edy Mahmud, mengatakan total produksi padi di Sultra pada 2019 sekitar 519,71 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 19,17 ribu ton atau 3,56 persen dibandingkan 2018. Penurunan produksi terbesar pada 2019 dibandingkan tahun 2018 terjadi pada Januari, yaitu sekitar 12,82 ribu ton.

“Produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Oktober sebesar 85,63 ribu ton dan produksi terendah terjadi pada Maret, yaitu sebesar 15,70 ribu ton. Sama halnya dengan produksi pada 2019, produksi padi tertinggi pada 2018 terjadi pada Oktober sebesar 76,18 ribu ton, sementara produksi terendah terjadi pada Maret sebesar 21,93 ribu ton,” jelas Edy, Rabu (4/3/2020).

Fortune

Tiga kabupaten/kota di Sultra tercatat dengan produksi padi (GKG) tertinggi pada 2018 dan 2019 adalah Kabupaten Konawe, Kolaka Timur, dan Kabupaten Konawe Selatan. Namun, pada 2019 terjadi penurunan produksi pada tiga kabupaten tersebut.

“Tercatat Kabupaten Konawe mengalami penurunan produksi sebesar 10.940 ton, Kabupaten Kolaka Timur 4.907 ton, dan Kabupaten Konawe Selatan 5.354, sedangkan kenaikkan produksi padi tahun 2019 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Bombana sebesar 3.118 ton, Kota Baubau 1.934 ton, dan Kabupaten Konawe Utara 653 ton,” terang Edy.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi pada 2018 setara dengan 307,87 ribu ton beras.

“Sementara produksi pada 2019 sebesar 296,92 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 10,95 ribu ton beras atau 3,56 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018,” tambahnya.

Sejumlah faktor menjadi penyebab turunnya produksi padi di Sultra pada 2019. Salah satu faktor terbesar adalah banjir di beberapa titik di Sultra pada tahun tersebut.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.