SULTRAKINI.COM: Ketua Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, M.Sc mengapresiasi program Universitas Lakidende Unaaha dalam mengembangkan sejumlah komoditi ungggulan melalui green house dan kebun percontohan yang ada di lingkungan kampus dan beberapa lokasi di Kabupaten Konawe.

Program Agroindustri Unilaki Disanjung Prof Ujang dari IPB
Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, M.Sc

“Saya sangat appreciate dengan Unilaki, berada di kota kecil namun mengembangkan sesuatu yang ril. Mereka mempunyai green house, jadi proses produksi jalan namun yang lebih penting adalah harus bisa dijual,” jelas Prof Ujang menjawab pertanyaan SultraKini.com di Unaaha, Minggu (29 Oktober 2017) siang.

Doktor lulusan Iowa State University Amerika Serikat tersebut menjelaskan mahasiswa Unilaki bisa belajar secara langsung di lapangan sebagai bagian dari praktikum mata kuliah. 

“Ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk punya experient (pengalaman-Red), melakukan sesuatu yang nyata. Dan kalau suatu saat mereka menjadi entrepreneur mereka sudah bisa merasakan bagaimana panasnya, bagaimana sulit dan tantangannya,” kata Prof Ujang.

Langkah selanjutnya, kalau proses produksi sudah sustained (berkelanjutan) maka langkah berikutnya adalah aspek pengolahan. Terakhir adalah aspek hilirnya, apakah diolah keluar atau didistribusikan di dalam. 

Menjawab pertanyaan SultraKini.com apakah program yang dilakukan Unilaki tersebut juga dilakukan oleh kampus lain di Indonesia? Prof Ujang mengatakan bahwa baru IPB yang melakukan hal serupa, itu pun dilakukan secara parsial. “IPB salah satu contoh yang berhasil mengintegrasikan dari hulu ke hilir,” katanya.

Diceritakan, IPB membina petani lokal kemudian produknya ditampung dan dilakukan melalui kuality Control dengan diberi kemasan yang baik hingga dipasarkan melalui outlet-outlet, termasuk di mal yang ada di Bogor dan Jakarta.

Bedanya dengan program di Unilaki adalah melibatkan mahasiswa sementara di IPB adalah petani binaan. Tapi sama saja karena itu adalah bagian dari pengabdian pada masyarakat.

Menurutnya, hal yang penting dilakukan oleh Unilaki nantinya adalah harus mampu menjual produknya. “Siapa yang menguasai outlet dia lah yang menguasai pasar. Itu yang penting,” katanya lagi.

Dia juga menyarankan jika perlu melakukan pemasaran melalui online, hanya saja pemasaran melalui online memerlukan pengolahan yang lebih, untuk dapat didistribusikan selain di Sulawesi Tenggara.

Mengenai produk, Prof Ujang menyarankan agar Unilaki fokus pada 2 atau 3 komoditas unggulan saja. 

Rektor Unilaki, Prof. Dr. Ir. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc, M.Eng menjelaskan fokus Unilaki adalah pengembangan produk unggulan berupa tomat, cabe, dan sapi. Selain itu ada jagung dan sawah, namun dua komoditas ini hanyalah sebagai percontohan bagi masyarakat untuk bisa diadopsi.

Misalnya untuk jagung dikembangkan varietas khusus, yang disebutnya sebagai jagung Unilaki. Bibitnya untuk pertama didatangkan dari Korea, kemudian ditanam di lokal Sultra dengan perlakukan khusus. Dan kemudian akan dihasilkan pembibitan sendiri untuk bisa dimasyarakatkan di Indonesia.

Menurut Prof Masihu, Unilaki melibatkan mahasiswa secara penuh pada program tersebut, yakni mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik untuk proses produksi, sedangkan pada proses packeging dan pemasaran di outlet-outlet adalah melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, M.Sc mengunjungi kampus Unilaki di Unaaha Sultra pada Minggu dalam rangka membawakan orasi ilmiah pada upacara wisuda sarjana ke-21 berlangsung di GOR Unaaha. (frirac)

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations