Iklan Clarion

Projo Sebut Kasus Pengadaan Perahu di Soropia Lamban Diproses Hukum

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Dugaan korupsi pengadaan perahu di Desa Telaga Biru Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, telah masuk meja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Namun dalam perjalanannya, penanganan kasus tersebut dinilai lamban.

Tasmin, salah seorang warga menyayangkan lambannya penanganan kasus tersebut oleh pihak Kejati. Ia bahkan mengancam, jika kasus tersebut tidak diproses secepatnya, maka warga akan turun berunjuk rasa.

“Kami akan demo, kalau perlu akan kami bakar perahu ini,” tegasnya saat di konfirmasi.

Projo Konawe yang getol menyuarakan kasus tersebut juga memberikan tanggapan. Kabid Hukum, Otoda dan Konstitusi Projo Konawe, Abiding Slamet mengatakan, seharusnya Kejaksaan tidak membuat masalah tersebut berlarut-larut.

“Harusnya pihak Kejaksaan bisa menyikapi cepat. Karena kasus ini sangat merugikan warga di Telaga Biru. Tapi nyatanya, sudah tiga kali kami turun di Telaga Biru, belum ada penyelesaian juga,” ujarnya.

Abiding menjelaskan, dalam kasus tersebut Desa Telaga Biru membuat program pengadaan perahu tahun 2016 lalu. Setidaknya ada 19 perahu yang dianggarkan dengan nilai mencapai seratusan juta melalui dana desa (DD).

“Masalah kemudian muncul ketika perahu yang dibeli itu tidak sesuai speknya. Untuk bodinya saja itu sangat tidak layak pakai, karena dibuat dari kayu murahan. Belum lagi mesin yang dibelikan itu mesin murah, tidak sesuai dengan yang ada dalam RAB. Berdasarkan RAB itu pake mesin honda, harga Rp3,5 7juta. Sementara yang dibeli itu justru mesin merk lain yang harganya hanya Rp850 ribu. Saya sudah cek di toko,” jelasnya.

Selain itu lanjut Abiding, masalah menyaluran perahu bantuan juga dinilai tebang pilih. Ada warga yang diduga bukan nelayan justru ikut dapat bantuan.

“Kami sudah coba koordinasi dengan Ibu Kades. Katanya mau diperbaiki perahu sampai layak pakai, tapi belum ada tindakan juga,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.