Paud Kominfo atas

Prosesi Adat Kansoda’a Meriahkan Wakatobi Wave 2018

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Wakatobi Wonderful Festival & Expo 2018 atau Wakatobi Wave, kental dengan atraksi budaya setempat. Busana adat masyarakat dan ritualnya menyatuh di event tahunan Pesona Indonesia oleh Kementerian Pariwisata. Tidak ketinggalan Kansoda’a. Prosesi adat bagi setiap perempuan Wakatobi yang hanya dilalui sekali seumur hidup.

Wakatobi Wave dimeriahkan dengan 53 Kansoda’a. Perempuan Wakatobi didandan khas busana dan aksesoris adat yang didominasi warna emas. Kepala mereka dihiasi mahkota yang terbuat dari beragam jenis bunga dan bulu burung.

Dalam adatnya, dua atau empat perempuan duduk di atas tandu berukuran sedang hingga besar berbahan kayu, kemudian diarak keliling kampung sambil diiringi nyanyian dan teriakan kata ‘so’. Prosesi adat ini biasanya diadakan sekali setahun setelah lebaran.

Puluhan saudara laki-laki dan keluarga laki-laki dari si perempuan bertugas memikul tandu. Sambil berjalan, tandu juga digoyang-goyangkan sebagai tanda bobot tandu tidaklah berat. Di satu sisi, memperlihatkan bahwa pria Wakatobi kuat-kuat. Sedangkan perempuan yang duduk di atas tandu tidak boleh menunjukkan ketakutan atau rasa cemas mereka sebagai simbol kedewasaan.

Ada juga kaum perempuan yang merupakan orang tua mau pun keluarga para perempuan ikut memeriahkan acara. Mereka berjalan beriringan di sisi tandu sambil bernyanyi.

Kansoda’a dalam pembukaan Wakatobi Wave, Minggu (11 November 2018) tersebut merupakan terbanyak sepanjang pelaksanaan prosesi adat itu di Lapangan Merdeka, Wangi-wangi. Sebab diikuti 41 desa dan kelurahan di Pulau Wangi-wangi.

Wakatobi Wave juga dimeriahkan sekitar 800 penari kolosal yang menampilkan tarian dari empat pulau di Kabupaten Wakatobi, yaitu Wangi-wangi Tarian Lengko, Kaledupa Tarian Lariangi, Tomia Tarian Sajo Moane, dan Binongko Tarian Balumpa.

Ramainya festival juga ditunjukkan dengan penampilan ribuan peserta karnaval budaya dari instansi lingkup Pemda Wakatobi, lembaga vertikal badan usaha milik daerah dan negara, murid SD dan SMP hingga mahasiswa dari empat pulau sambil berbusana adat Buton.

Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, Nadar, mengatakan rencana awal tarian dibawakan seribu orang. Namun penari dari luar Pulau Wangi-wangi terkendala akses sehingga tarian diikuti sekitar 800 orang.

“Rencananya ada 1.000 orang, namun ada kendala sehingga yang hadir hanya sekitar 800 orang. Namun ini salah satu pencapaian luar biasa. Walau pun ada kendala, kegiatan bisa berjalan dengan sukses,” terang Nadar, Minggu (11/11).

Diagendakan Wakatobi Wave berlangsung mulai 11-13 November mendatang.

Laporan: Amran Mustar Ode&Nur Cahaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.