SULTRAKINI.COM: BUTON UTARA - Program perencanaan mega wisata mangrove Banda Kawasa Buton Utara (Butur) memasuki tingkat Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang digagas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Peropa Dinas Kehutanan Sultra.

Proyek Wisata Mangrove Banda Kawasa Butur, Dirancang Lengkapi Pariwisata Wakatobi
Kepala UPTD KPHL Peropa Butur, Eman. (Foto: Harto Nuari/SULTRAKINI.COM)

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 187 miliar ini, menghubungkan daratan Butur dengan pulau tanah merah Desa Koepisino, Kecamatan Bonegunu dengan luar 5.675 hektar. Dalam pembahasan penganggaran 7 November mendtang, dijadwalkan akan dihadiri sejumah pihak kementerian dan instansi terkait.

Menurut Kepala UPTD KPHL Peropa Butur, Eman, mega proyek wisata mangrove tersebut dirancang memiliki lima menara pengawasan, sekaligus berfungsi mensaranai wistawan untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Sedangkan Pulau Kapola Besar dan Pulau Kabungina akan dibangun kabel card/kereta gantung. 

Untuk setiap area akan dibangun lima spot. Spot pertama, disiapkan tempat penangkaran buaya dan anoa. Spot kedua, terdapat resort, kasebo, tracking like, menara, dan rumah makan. Spot tiga, penangkaran kepiting. Spot keempat, wisata alam karena terdapat tempat tinggal kelelawar. Sedangkan spot kelima, disiapkan tempat untuk berburuh satwa liar dan permainan selancar. 

"Semua spot akan ada resort dan kasebo untuk tempat santai dan istirahat," kata Eman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/10/2017).

Desain mega proyek wisata mangrove Banda Kawasa Buton Utara, Sultra. (Foto: Dok.UPTD KPHL Peropa Butur/SULTRAKINI.COM)

Mega wisata mangrove Banda Kawasa ini akan melengkapi obyek wisata yang ada di Kabupaten Wakatobi. Apalagi secara geografis, Butur dan Wakatobi cukup dekat. Keduanya berada diperairan laut banda. Dengan disetujuinya proyek ini di pusat, secara tidak langsung ikut meningkatkan pendapatan asli daerah setempat.

"Kalau wakatobi terkenal dengan obyek wisata laut, kita hutan lindung mangrove," ucap Eman.


Laporan: Harto Nuari

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations