Pulau Labengki, Keindahan Sepotong Guci Dari Surga

SULTRAKINI.COM:KENDARI- Pulau Labengki merupakan kawasan wisata bahari yang belum lama dibuka. Olehnya itu, kawasan ini masih menyimpan rahasia keindahan alam yang belum sepenuhnya terpublikasi.

 

Terletak di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Terdapat dua akses yang bisa digunakan wisatawan untuk menuju pulau Labengki. Yaitu lewat Pelabuhan Samudra dengan waktu tempuh lima jam, atau melalui Dermaga Desa Toli-toli Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe Sultra, dengan waktu tempuh sekitar 5 menit menggunakan kapal speed boat.

 

Salah seorang Penemu Pulau Labengki, Habib Nadjar Buduha menjelaskan, kata labengki berasal dari kata laabenggi yang berarti guci dalam bahasa tolaki. Penyebutan merupakan ungkapan para nelayan yang melihat gugusan pulau karangnya terlihat menyerupai sebuah guci jika dilihat dari laut di kejauhan.

 

“Orangtua kita dulu suka berandai-andai dialam, kalau ketika lahir (orang) dilihat ada pohon kelapa diberi nama kelapa itu orang. Begitu lihat labengki, dari kejauhan seperti guci, bahasa daerah sini itu Laabenggi,” kata Seorang Penemu Pulau Labengki, Habib Nadjar Buduha, Sabtu (19/3/2016).

 

Oleh para wisatawan sendiri, kawasan destinasi wisata ini kerap disebut \”The Little Raja Ampat\” atau raja ampat dalam bentuk yang kecil. Memang, jika dilihat sepintas dari ketinggian, gugusan karang-karang yang tersebar dan menjulang disekitarnya, terlihat menyerupai kawasan wisata Pulau Raja Ampat, di Papua.

 

Sebagai destinasi wisata, keindahan kawasan pesisir pulau Labengki sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Ditempat ini, pengunjung dapat melihat langsung terumbu karang serta ikan yang berenang disekitarnya karna airnya yang biru jernih. Meskipun kedalamannya mencapai lebih 12 meter dari dasar laut.

 

Selain udara yang menyegarkan, kicauan burung diatas puncak Pulau Labengki, juga merupakan keindahan lainnya. Bersama deburan ombak serta tiupan angin disela batu gugusan karang raksasa yang menjulang tinggi, suara alam ini menjadi simphoni yang menenagkan suasana hati pengunjungnya.

 

Diceritakan Habib, panggilan akrab Habib Nadjar Buduha, dari perhitungan yang dilakukannya, kawasan Labengki memiliki 28 gugusan atau pulau kecil yang dibedakannya menjadi Labengki besar dan Labengki kecil atau Kusino yang artinya kawannya bisa pula disebut Bajo Kecil.

 

“Yang saya hitung 28 pulau kecil Kusino atau Labengki kecil, tutukoh hulei atau pulau kerang, kalau mau snorkeling disitu, Mawwang, dan lainnya belum dikasih nama,” jelasnya sambil bersantai di salah satu vila miliknya di Pulau Labengki.

 

gemilang simpeda bank sultra

Salah ikon kawasan wisata ini, yakni Teluk Cinta. Sebuah teluk kecil berbentuk jantung hati atau simbol love yang kerap dijadikan tempat untuk mengukuhkan keutuhan cinta pengunjungya melalui pelamaran, maupun foto pre wedding.

 

Jika dilihat dari ketinggian, keindahan lain akan disuguhkan bagi mata pengunjung seolah akan melihat ketakjuban karya sang Pencipta. Betapa tidak, perpaduan warna laut yang bertingkat dari warna hijau, lalu hijau gelap dan biru tua. Perbedaan warna ini, disebabkan oleh dasarnya yang berpasir, kemudian karang dan lautan dalam.

 

Tak hanya menikmati keindahan laut dri uncak dan pantai, pengunjung juga dapat melihat panomara keindahan bawah laut di kepulauan Labengki. Hal ini dapat dinikmati dengan cara snorkeling dan diving.

 

Untuk menambah betahnya suasana wisata, fasilitas berupa vila disediakan buat para pengunjung atau seperti seorang backpacker. Keberadaan vila ada di pinggir laut dan diatas bebatuan yang tingginya pulahan meter dan dimanjakan dengan restaurant yang khas dengan makanan sari laut. Ada juga fasilitas panjat tebing, voli pantai, lokasi hiburan yang mengangkat kebudayaan nantinya.

 

Tak hanya itu, Sambil berkeliling menggunakan speed boat pak Habib menjelaskan sejumlah fasilitas lainnya seperti kolam renang Labengki Boe Lahu Malala, kawasan tumbuhan Anggrek, daratan Pulau Kusino, Goa Kolam Renang dan lokasi untuk menikmati indahnya bawah laut.

 

“Tidak ada fasilitas yang merusak alam. Semuanya saya desain” terangnya, Minggu (20/3/2016).

 

Untuk menikmati wisata bahari di pulau Labengki, tarif yang dikeluarkan pun tidak mahal. Dengan sistem grup pada sarana transportasi, setiap perjalanan hanya dikenakan biaya sebesar 5 juta rupiah untuk lima orang sekali perjalanan. Sedangkan untuk bacpaker dari untuk awal perjalanan serta sejumlah fasilitas dapat dinikmati dengan pengeluaran minimal 500 ribu rupiah per malam.

 

Dengan biaya sedikitnya 2 juta rupiah per orang, tarif ini sudah termasuk konsumsi, transportasi dan akomodasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Labengki.

 

Sedangkan bagi yang ingin menikmati fasilitas tambahan lainnya, membutuhkan biaya tambahan.Misal untuk penginapan dengan fasilitas lengkap, dapat dihargai sekitar 1 juta per malam.

 

“Semua ada fasilitas kami sedikan untuk berbagai kalangan, mulai dari yang backpacker sampai menegah keatas,” ungkap Pak Habib.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.