000 HPN Prov

Puluhan Penyu Selundupan Kembali Kelaut

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Setelah melakukan pengamanan 70 Ekor Penyu di Kepulauan Menui, Sulawesi Tengah (Sulteng), sekitar dua pekan lalu Jumat (15/4/2016), Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kendari, kini melepaskan 65 ekor penyu secara liar di Perairan Saponda, Kabupaten Konawe Selatan Sultra pada Minggu (24/4/2016).

 

Pelepasan tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Pangkalan PSDKP Wilayah Timur Pung Nugroho Saksono, yang disaksikan oleh Dinas Kelutan dan Perikanan Provinsi, Badan Konservasi Sumber Daya Alam, Balai Karantina Provinsi, Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar.

 

Pung Nugroho, yang dikonfirmasi usai melakukan pelepasan penyu, mengatakan pelepasan penyu yang dilakukan adalah perintah langsung dari Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

 

\”Mentri Susi bilang kalau penyu yang diamankan PSDKP Kendari dan PSDKP Banggai, sudah sehat dan harus dilepas dengan cepat. Karena kalau ditunggu lama bisa banyak yang mati. Dalam proses karantina juga dua ekor telah mati.

 

\”Jadi kami lepaskan 65 ekor dan 3 ekornya kami simpan untuk menjadi barang bukti, untuk proses hukum selanjutnya,\” ungkapnya.

Kepala Pangkalan diseluruh wilayah Timur Indonesia itu juga menjelaskan, penyu yang dilepaskan tersebut, sebelumnya telah siap diselundupkan secara ilegal di Pulau Bali, bahkan akan diperjual belikan di luar Negeri.

 

\”Jadi kami melakukan operasi dan menemukan penampungan penyu dikepulauan Menui. Bila kami terlambat sehari saja penyu itu sudah dikirim ke Bali. Melalui kasus ini, kami akan melakukan penyelidikan di Bali. Karena selama ini penangkapan tidak pernah didapat ujungnya, dan di Bali selalu rapi, jadi kasus ini kami jadikan pintu masuk untuk membongkar kasus penyelundupan penyu yang telah berlangsung lama itu. PSDKP Kendari dan PSDKP Banggai Telah luar biasa bisa mengagalkan penyelundupan ini dan saat ini yang tebesar,\” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pangkalan PSDKP Bitung ini.

 

Kepala BPSPL Makassar Andri Indriasworo Sukmoputro, yang juga hadir dalam pelepasan penyu, mengatakan pihaknya telah memberikan Tagging atau tanda kepada seluruh penyu yang akan dilepas. Tanda tersebut menandakan bahwa penyu tersebut telah dilakukan pengukuran, pengidentifikasian dan pemeriksaan kesehatan.

 

\”Sebelum dilepas pihak Karantina dan PSDKP sudah melakukan perawatan, dan kami pastikan penyu tersebut telah sehat dan sudah siap dilepas dihabitatnya secara liar,\” tuturnya.

 

Kepala BPSPL juga menambahkan, pemasangan Tagging disetiap Penyu bertujuan untuk menunjukkan pada saat penyu berada disuatu tempat dan mengetahui arah telur raya atau migrasi penyu.

 

\”Dengan chip yang kami tanamkan ditubuh penyu, akan mengetahui dimana penyu-penyu itu mencari makan dan sebagainya. Jadi dengan mengetahui habitat penyu kami akan mengalokasikan daerah-daerah konservasi penyu tersebut,\” paparnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.