Puluhan Tenaga Medis RSUD Bahteramas Sultra Dikarantina di Hotel

SULTRAKINI COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan hotel untuk menampung tenaga medis dari RSUD Bahteramas yang menangani pasien kasus Covid-19. Pasalnya, sebagian besar tenaga medis memilih tidak pulang ke rumah lantaran takut menularkan virus kepada keluarganya.

Juru bicara Gubernur Sultra, Ilham Q. Moehiddin, mengatakan sebanyak 80 orang tenaga medis yang menangani Covid-19 di RSUD Bahteramas mendapatkan fasilitas tinggal sementara di Hotel Claro Kendari. Mereka yang terdiri dari dokter, perawat, staf radiologi, dan teknisi laboratorium ruang isolasi tersebut mulai menginap pada 24 April 2020.

Dipilihnya hotel sebagai fasilitas para tenaga medis dimaksudkan untuk beristirahat dengan nyaman selama masa karantina 14 hari, sebelum dinyatakan bebas Covid-19 dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing sembari menunggu jadwal kerja berikutnya. Untuk itu, kamar disediakan pihak hotel juga 80 ruangan.

“Pemprov Sultra menyiapkan 80 kamar di Hotel Claro Kendari yang dapat digunakan untuk beristirahat dengan nyaman selama masa karantina 14 hari, sebelum dinyatakan bebas Covid -19,” ujar Ilham, Rabu (29/4/2020).

Pemberian fasilitas tersebut diharapkan Gubernur Sultra, Ali Mazi dapat mengurangi beban tugas para tenaga medis selama menangani Covid-19. Di satu sisi, fasilitas tersebut melengkapi insentif para tenaga medis yang diperoleh dari Pemeritah Pusat dan Pemprov Sultra.

Diterangkan General Manager Hotel Claro Kendari, Syahrir Ramadan, pelayanan kepada tim medis dilakukan sesuai Prosedur tetap (Protap) kesehatan yang berlaku sebagaimana arahan pemerintah dan World Health Organization (WHO).

Tenaga medis yang masuk ke dalam hotel diwajibkan untuk mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak di area publik/lift, dan menggunakan masker. Sementara kamar para tenaga medis secara rutin disemprot disinfektan guna mencegah penyebaran virus.

“80 petugas medis yang menginap di Hotel Claro merupakan tim medis yang dalam kondisi sehat dan prima menjalankan tugasnya. Tim medis yang ada di Claro bukan sedang menjalani isolasi, tapi mereka adalah orang yang mendapatkan fasilitas prestige dari pemerintah karena sudah bekerja menangani pasien Covid-19,” ucap Syahrir Ramadan.

Ia menambahkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditutupi dengan adanya tim medis yang menginap di Claro Kendari. “Justru bangga menjadi bagian dari pihak garda terdepan yang menangani Covid-19,” sambungnya.

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.