Puncak Palapa, Potret Kehidupan Miris di Wilayah Ketinggian Kota Kendari

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Melihat kondisinya, wilayah puncak Jalan Palapa, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari nampaknya merupakan kawasan yang luput dari perhatian pemerintah Kota.

 

Diceritakan Ketua RT 7 RW 4, La Gitu, kawasan puncak palapa merupakan wilayah ketinggian dengan pemukiman penduduk yang cukup padat, dan akses jalan yang cukup sulit. Pasalnya, jalanan yang dibangun swadaya masyarakat hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itupun harus dengan hati-hati karena menuju kawasan ini berliku-liku.

 

Selain prasarana jalan, sarana lainnya yang belum diperhatikan pemerintah yakni kebutuhan listrik. Selama ini, warga palapa puncak menggunakan listrik yang disambung dari rumah kerumah.

 

Dirumahnya, La Gitu mengatakan ada lima warganya yang menyambungkan listrik padanya. Dalam hal pembayaran pun, ia tak banyak ambil pusing, tanpa tarif khusus atau tidak dibayar pun dirinya ikhlas membagikannya.

 

\”Ada lima warga yang menyambung listrik sama saya. Biasanya di bayar, biasa tidak,\” katanya, Sabtu (4/6/2016).

 

Sementara itu, untuk kebutuhan air warga menggunakan air gunung untuk keperluan sehari-hari.

 

Hal miris lainnya yang dialami para warga yang umumnya berprofesi sebagai buruh bangunan dan ojek ini, yakni soal pemakaman. Ketidakadaan biaya, membuat warga memakamkan anggota keluarganya yang meninggal di tanah keluarga masing-masning.

 

La Gitu juga menuturkan, selama menjabat sebagai RT, belum ada satupun bantuan untuk warga miskin yang bersentuhan langsung dari pemerintah kota kendari. Padahal data penduduk sampai 2016 ini, terdapat 80 kepala keluarga paling miskin dari 90 kepala keluarga di wilayahnya.

 

\”Bantuan yang biasa warga dapat itu inisiatif saya. Belum ada bantuan dari pemerintah. Sarana dan prasarana di sini itu tidak tersentuh pemerintah. Saya ajukan bantuan untuk warga, tapi tidak ada yang terealsasilan,\” terangnya.

 

Pemukiman penduduk di palapa puncak ada yang berdempetan. Dan apa juga yang perlu menelusuri jalan tanah yang menurun dan menanjak, rerumputan sampai pepohonan untuk menemukan pemukiman lainnya.

 

Dari seluruh warga yang mendiami kawasan ini, hanya sebanyak 5 orang yang berprofesi sebagai pegawai. Sementara itu, akses pendidikan terdekat hanya SDN 12 Kendari Barat dan Sekolah Kartika Kendari.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.