Puncak Pembukaan HPS, 18 ribu Petani Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Puncak pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Sabtu (2/11/2019). Di kesempatan itu turut diserahkan 18 ribu Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk petani di se-Sultra.

Deputi Direktur Wilayah Sulawesi Maluku BPJS Ketenagakerjaan Toto Suharto dan Plt Direktur Utama Bank Sultra, Abd. Latief menyerahkan langsung secara simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk petani.

Penyerahan kartu simbolis kepada Petani ini merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sultra untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Petani di Sultra melalui BPJS Ketenagakerjaan yang bekerjasama dengan dengan Bank Sultra, perlindungan jaminan sosial yang dimaksud meliputi Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Jumlah petani yang didaftarkan ke dalam Program BPJS Ketenagakerjaan mencapai 18.000 orang.

Toto Suharto mengatakan, 18.000 petani itu tersebar di wilayah Provinsi Sultra, perlindungan ini dititikberatkan pada proteksi risiko kecelakaan kerja dan risiko meninggal dunia baik ketika dalam melaksanakan aktivitasnya maupun risiko meninggal dunia di luar aktivitas pekerjaannya akan memperoleh manfaat sesuai dengan yang ditetapkan peratutan pemerintah.

yamaha

“Misalkan ada petani yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan meninggal dunia nantinya akan mendapatkan santunan Rp 24 juta. Selain itu kalau dia mengalami kecelakaan kerja mungkin kena traktor atau pulang dari sawah, di mana itu mereka akan mendapatkan pengobatan sampai dengan sembuh, misalnya cacat dapat santunan cacat tapi kalau dia meninggal karena kecelakaan kerja mereka ahli warisnya akan mendapatkan Rp 48 juta,” jelas Toto di sela-sela pembukaan HPS ke-39 di Angata.

Pihaknya berharap ke depan perlindungan ini akan lebih ditingkatkan, misalnya menambahkan program jaminan hari tua maupun jaminan pensiun bagi para petani, termasuk jumlah petani yang dilindungi kita harapkan akan semakin meningkat di waktu yang akan datang.

Selain itu dia juga berharap nantinya para petani ini dapat memahami sepenuhnya akan pentingnya program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang akan disosialisasikan secara masif sehingga pada akhirnya para petani dapat membayar iurannya secara mandiri sebagai bentuk kesadaran terhadap program pemerintah yg dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan berharap agar koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota Se-sulawesi Tenggara terus ditingkatkan, agar implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Tenggara semakin hari semakin tumbuh, seiring pertumbuhan jumlah pekerja dan angkatan kerja baik formal maupun informal di provinsi Sulawesi Tenggara ini,” tambahnya.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.