Putri Wahyuni, Peserta Penakluk Passing Grade Kemenkumham Sultra

SULTRAKINI.COM:KENDARI – Putri Wahyuni (21) adalah salah satu peserta Seleksi Kompentensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019/2020 lingkup Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Tenggara Sultra.

Ia tercatat sebagai peserta yang memperoleh nilai passing grade tertinggi seleksi CPNS lingkup Kemenkumham Sultra hingga hari terakhir. Seleksi yang dilaksanakan selama lima hari pada 1-5 Februari 2020, Putri Wahyuni berhasil menakhlukan passing grade di antara peserta lainnya.

Putri Wahyuni menjadi peserta dengan perolehan nilai tertinggi hingga hari ini, Rabu (5/2/2020) pukul 10.00 Wita. Dia memperoleh nilai 444.00 dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 115, Tes Intelegensia Umum (TIU) 165, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 164.

Gadis yang baru berusia 21 tahun ini adalah alumni SMA Negeri 4 Kendari tahun 2019. Dia mendaftar mengambil formasi Penjaga Tahanan.

Putri Wahyuni mengatakan, sebelum mengikuti seleksi, jauh hari dirinya mempersiapkan diri untuk menghadapi tes.

“Sebenarnya saya les untuk persiapan tes Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), tapi ada kesempatan di Kemenkumham saya coba-coba mendaftar,” ucapnya, Rabu (5/2/2020).

Kampus

Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang mambantunya selama ini hingga mampu memperoleh nilai tertinggi tersebut.

“Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang tua, kakak, adik, keluarga dan teman-teman kalau bukan dukungan semua tidak akan mungkin seperti ini,” sambungnya.

Kepada peserta lain, Putri Wahyuni berharap agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tahapan seleksi CPNS.

“Untuk teman-teman yang lain, berusaha, berdoa dan ikhlas dalam berjuang. Tidak apa-apa susah sekarang yang penting bahagia ke depan. Belajar baik-baik serahkan semua pada Tuhan, itu intinya,” lanjutnya.

Sementara itu, ayah dari Putri, Saibuddin, yang juga Kepala Sub Bidang Bimbingan dan Pengentasan Anak Kanwil Kemenkumham Sultra merasa bersyukur putrinya memperoleh nilai tertinggi. Sebagai orang tua, ia akan terus mendukung anaknya agar berhasil melewati tahapan-tahapan seleksi selanjutnya.

“Masih ada sesi-sesi berikutnya. Kita akan fokus untuk latihan fisik sehingga mampu mengikuti samapta (Seleksi Kompetensi Bidang),” jelasnya.

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.