SUARA

Rajiun Sarankan ADP Belajar Organisasi, Jangan Mengancam

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT- Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Kabupaten Muna Barat, LM Rajiun Tumada, mengaku tersinggung dengan pernyataan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah PAN Sulawesi Tenggara, Adriatma Dwi Putra, yang menuding kader PAN di Mubar mengalihkan dukungan kepada Cagub-Cawagub Sultra berbeda dari putusan DPP.

Adriatma alias ADP mengaku akan menindak tegas apabila ada kader yang melakukan pelanggaran. Walikota Kendari itu menyatakan akan memecat kader yang mengalihkan dukungan dari Asrun-Hugua kepada Ali Mazi-Lukman Abunawas.

Rajiun menyebut pernyataan ADP tidak berdasar, karena sampai saat ini pengurus PAN Mubar masih taat dengan putusan DPP yang mengusung pasangan Asrun-Hugua sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara 2018.

Ia menyarankan ADP belajar berorganisasi dan tidak perlu mengeluarkan pernyataan ancaman, cukup memberikan himbauan secara umum kepada kader PAN se-Sultra. Tidak lantas menjustifikasi kader PAN Muna Barat, karena setiap kader pasti paham aturan main partai berupa AD/ART, sehingga ketika melawan dan tidak loyal terhadap partai konsekuensinya jelas.

“Yah Adriatma harus belajar dulu organisasi, supaya tidak ceplas ceplos begitu bahasanya, malu dong dia sebagai walikota, lalu kata orang Jakarta, ngomongnya ngawur,” ujar Rajiun saat ditemui Sultrakini.com di ruang kerjanya, Selasa (20/2/2018).

Bupati Muna Barat ini menilai, ADP tersinggung saat Rajiun membentuk gerakan relawan anti money politik. Seharusnya, kata dia, secara garis kepartaian, yang dilakukannya ini adalah sebuah kebanggaan besar, bahwa gerbongnya bersih terhadap money politik. “Jangan ADP mengaitkan gerakan yang kita bentuk ini adalah bentuk perlawanan terhadap partai,” sindirnya.

yamaha

Rajiun menambahkan, kalau ada kesalahan dalam partai, tidak harus dikatakan di publik untuk melakukan pemecatan. Mesti melalui rapat internal kepartaian jika ada yang melakukan gerakan melenceng dari AD ART. “Jika mereka katakan PAN Mubar telah mengalihkan dukungan kepada paslon Ali Mazi dan Lukman Abunawas, mana buktinya,” ujar Rajiun. 

Dia mengaku tidak takut dengan ancaman ADP untuk dipecat dari partai. “Apa yang harus saya takutkan terhadap sanksi partai. Kalau saya dipecat silahkan dipecat, saya juga tidak pusing,  saya ini bukan anak kecil mau diancam, jadi tidak usahlah main ancam-ancam. Saya ini bukan orang yang suka diancam-ancam. Kalau mainan seperti ini sudah dari dulu saya lewati, hidup juga dengan gaya seperti ini,” papar Rajiun.

Lanjut Rajiun, tidak perlu resah dengan langkah yang dia lakukan. Karena yang dia lakukan ini untuk menegakkan demokrasi. Uang bukan segala-galanya, tapi urusan pilihan harus diserahkan pada hati rakyat. Jangan harga diri diperjual-belikan dengan kepentingan politik sesaat, sehingga mengorbankan daerah yang berkepanjangan. 

“Kalau persoalan dukungan, yah, terserah sama masyarakat. Walaupun saya suruh masyarakat untuk pilih orang tua ADP, tapi masyarakat memilih yang lain, itu hak mereka,” kata Mantan Kasat Pol PP Provinsi Sultra ini. 

Rajiun mengingatkan kepada ADP untuk dipahami, bahwa PAN bukan milik dia dan keluarganya, tapi milik nasional. Sehingga tidak perlu mengancam dengan pemecatan.

Laporan: Akhir Sanjaya 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.