Ramadan, Bulan Berkasih Sayang

Oleh: Syaifuddin Mustaming (Kasi Penerangan Agama Islam, Zakat danWakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kolaka)

Salah satu keutamaan bulan Suci Ramadan adalah bulanpenuh kasih dan sayang. Ramadan sebagai bulan Maghfirah, berkah dan rahmat (kasihsayang) senantiasa menuntun dan mendatangkan semangat bagi kaum Muslimin untukmenjadi ahli ibadah (gemar beribadah) dan menghidupkan rasa cinta antar sesama.

RASÚLULLÁH SAW bersabda: “Dan bulanRamadan adalah  bulan untuk berkasih sayang dan tolong menolong”. (al Hadits)

Tidak sedikit orang yang rajin salat, setelahberibadah puasa dengan ikhlas; mereka menjadi dermawan dan murah hati, menjadipemaaf, gemar menolong dan peduli terhadap sesamanya.

Ibadah puasa yang dilakukan dengan iman dan ikhlashanya untuk ALLÁH, kemudian tidak melalaikan diri dari kewajiban Lima SalatFardlu serta rutinitas amaliah (Sunnah) lainnya, niscaya akan menjaminterbentuknya pribadi muslim yang benar-benar peduli terhadap lingkungansekitarnya, atau dengan kata lain memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yangtinggi, yang pada gilirannya mengarahkan pada semakin tumbuh berkembangnya rasacinta, kasih dan sayang sesamanya.

Oleh karenanya, RASÚLULLÁH sangat respekkepada umatnya yang peduli terhadap orang yang berpuasa. Melalui Haditsnya, NabiyullahSAW menjelaskan bahwa : “Dan barang siapa memberi minum kepada orangyang berbuka puasa, akan diberikan oleh ALLÁH dari kolam saya yang sayalahmeminumkannya, ia tidak akan haus sehingga masuk di dalam syurga.”(alHadits)

Betapa nikmat balasan bagi hamba-hamba yang denganikhlas memberi buka puasa, baik berupa makanan atau minuman yang halal kepadamereka yang telah berpuasa. Bahkan dalam hadits yang lain Rasulullah SAWmenyatakan, bahwa : “Barang siapa memberi makan pada seseorang yangberpuasa (untuk berbuka), maka ALLÁH memberikan pahala baginya sama denganpahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa”. (alHadits)

Selain itu, dalam Ramadan yang suci ini umat Islamdituntut untuk memperbanyak ibadah sosial, seperti; zakat , infaq dan shadaqah.Tentunya dengan ibadah semacam ini akan semakin memperkokoh integritas hambaALLÁH yang juga mengemban predikat sebagai makhluk sosial. Tegasnya bahwadengan Zakat, infaq dan shadaqah yang ditunaikan umat Islam akan menjadi mediasekaligus perangkai keutuhan status dan peran Insan Kamil, baiksebagai hamba ALLÁH maupun makhluk sosial.

Dari beberapa mutiara hikmah puasa tersebut,sepatutnya menuntun orang yang (bersungguh-sungguh) berpuasa untuk mampumenumbuhkan dan meningkatkan kepekaan dan kepeduliannya terhadap fakirmiskin-orang tak berpunya (the have not). Ibadah puasa harus mampumenjadi alat untuk mengasah jiwa dan batin kita agar senantiasa berfikirpositif, jernih dan bersifat arif, tanggap serta peka terhadap masyarakat danlingkungan sosial.

Mudah-mudahan, ibadah puasa serta amalan kita yanglainnya dapat menjadi sarana dalam upaya perbaikan Hablun minALLÁHI wahablun minannas, sehingga mengarahkan kita menuju keridhaan ALLÁH SWT, Ámín,Yá Rabbal ‘Álamín.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.