Rampung, Rehabilitasi Prasarana SDN 76 Kendari Menghabiskan 405 Juta Lebih DAK

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora), Makmur, melakukan peninjauan hasil rehabilitasi gedung dan pembangunan prasarana dibDN 76 Kendari, Kelurahan Abeli, sekaligus menyerahkan surat keterangan (SK) pensiun kepala sekolah yang lama, di sekolah itu, Kamis (14/1/2021).

Kepala SDN 76 Kendari, Maljuwais, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada wali kota telah menyempatkan hadir ke SDN 76
Kendari. Dimana, sejak berdirinya sekolah itu dari Tahun 1982, untuk pertama kali wali kota Kendari berkunjung di sekolahnya.

Dia menjelaskan, bahwa rehabilitasi dan pembangunan prasarana SDN 76 dialokasikan dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 yang dibagi dalam beberapa tahapan pembangunan yakni, rebahilitasi ruang kelas sebanyak tiga kelas, pembangunan ruang UKS, serta rehabilitasi jamban.

Menurutnya, proses pengerjaan dan  penyelesaian rehabilitasi pembangunan yang dilakukan oleh pihak sekolah ini rampung sebelum jatuh tempo yakni tanggal 28 Desember 2020, kemarin.

“Dari tiga kelas yang direhab ini anggarannya sekitar Rp 300 juta lebih, kita kasi naik batu, ganti atap, dan ganti lantai. Kalau UKS bangun baru, dia sekitaran Rp 80 juta termasuk mobilernya didalam. Ini rehab kamar
mandi itu sekitaran 25 juta,” ucap Maljuwais, Kamis (14/1/2021).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, usai memantau proses pembangunan gedung yang telah rampung, mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras seluruh keluarga besar SDN 76 Kendari dalam menyelesaikan rehabilitasi dan pembangunan prasana yang menjadi kebutuhan sekolah.

“Kita mengharapkan, hadirnya prasarana ini dapat dijaga dengan baik sehingga dapat digunakan lebih lama serta untuk para orang tua siswa dan guru tetap semengat dalam membagikan ilmunya,” ucapnya.

Wali kota juga mengaku baru pertama kalinya ia menginjakkan kakinya ke SDN 76 Kendari.

“Saya terus terang baru pertama kali menginjakan kaki di sekolah ini, karena saya dulunya datang ke sini hanya sampai di kantor lurahnya saja. Jadi saya berterima kasih berkat undangan ini saya bisa sampai ketempat ini,” ungkapnya.

Wali kota dari PKS itu juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diizinkan untuk PBM secara tatap muka, yaitu SMP Negeri 21 Kendari dan SMP Negeri 19 Kendari, dikarenakan
tidak memumpuni dalam hal proses belajar daring.

“SMPN 19 dan SMPN 21 Kendari itu jumlah siswanya kan sedikit sekali hanya 22 orang sehingga tidak punya pilihan. Itu yang pertama, yang kedua kalau belajar daring sama saja dengan tidak belajar karena mereka tidak mempunyai fasilitas dan tidak ada sinyal (jaringan internet) dan
mereka juga tinggalnya disekitar sekolah,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya, jika mengacu pada aturan dalam penetapan surat edaran dan himbuannya tentang proses pembelajaran ditengah wabah ini juga dikembalikan ke daerah masing-masing. Dengan demikian itulah kebijaksanaan atau kebijakan yang ditempuh Pemkot saat ini.

“Mudah-mudahan kita berdoa saja tidak ada hal yang menghawatirkan dan tetap berjalan dengan baik semua proses pembelajaran kita bagi siswa-siswi,” tutunya. (B)

Laporan: Risna & Mahatma Adnan Nuari
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.