Rapat Kongres IGI II Digelar via Medsos

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kongres Ikatan Guru Indonesia ke II di Makassar januari 2016 lalu, terbilang unik. Sebab Kongres dilaksanakan via media sosial, dan pentapannya dilakukan secara tatap muka.

Keunikan kongres ini diklaim membawa inovasi baru selama pelaksanan rapat penentuan ketua umum hingga kebersamaan para guru se Indonesia di Makassar.

Ketua IGI Sulawesi Tenggara, Jasmin Suryadi menuturkan, kongres berlangsung di dunia maya. Aplikasi WhatsApp dan Telegram digunakan untuk menjalin komunikasi diantara peserta kongres. Dalam pelaksanaannya pun membagi lima komisi yang akan membahas bidangnya masing-masing, seperti komisi ketua umum, Anggaran dasar dan rumah tangga, program kerja, tuan rumah kongres dan komisi rekomendasi dan etika. Sedangkan pertemuan di Makassar tinggal mengetuk palu hasil kesepakatan kongres tersebut.

Selain itu, selama berada di lokasi kongres IGI ke II tersebut, para peserta diperkenalkan Guru Saudara. Hal itu dimaksudkan, untuk menjalin hubungan persaudaraan antara para guru di Makassar sebagai tuan rumah dengan 657 guru peserta kongres di berbagai daerah di Indonesia yang menginap di rumah guru saudaranya.

yamaha

“Ada juga Gerakan Bayar Balik, yang dikhususkan kepada alumni sukses untuk kembali ke sekolah. Gerakan ini, membawa para alumni untuk melahirkan generasi sukses lainnya di sekolah mereka dulu. Bahkan dikukuhkan 21 duta Gerakan Bayar Balik sebagai penggerak awal menumbuhkan kesadaran para alumni sukses di daerahnya masing-masing,” kata Jasmin Suryadi kepada SULTRAKINI.COM, Rabu (3/1/2016).

Teknik pemilihan ketua umum IGI juga terbilang unik. Peserta kongres IGI ke II terlibat langsung berupaya mencari kata mufakat terkait pemilhan ketua umum. Musyawarah juga melibatkan dewan pendiri, dewan pembina, seluruh ketua wilayah dan perwakilan cabang Indonesia bagian barat, timur dan tengah. Yang akhirnya, Muh. Ramli Rahim terpilih menjadi Ketua Umum IGI periode 2016-2021.

Sesi curhat-curhatan bersama Mendikbud, Anies Baswedan pula mewarnai pertemuan guru se Indonesia itu.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.