000 HPN Prov

Ratusan Hektare Sawah di Konawe Gagal Panen, Petani Minta Perhatian Pemerintah

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Ratusan hektare sawah masyarakat Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami gagal panen akibat terendam banjir sejak sepekan terakhir.

Sulaeman (50), salah seorang petani di Kelurahan Puuduria, mengaku kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah padi miliknya yang seharusnya siap panen tenggelam akibat banjir. Pascabanjir tersebut, Sulaeman terpaksa hanya memanen padinya dari sisa-sisa banjir, meski telah membusuk.

“Padi saya ini hanya tinggal lima hari lagi seharusnya sudah bisa dipanen. Tapi banjir tiba-tiba datang langsung merendam sawah-sawah semua yang ada di sini. Kalau bigini ya gagal panen, sudah nda bisa diapa-apakan lagi,” jelas Sulaeman, Jumat (21/6/2019).

Salah seorang petani di Kelurahan Puuduria, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe menunjukan padi busuk akibat banjir. (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)
Salah seorang petani di Kelurahan Puuduria, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe menunjukan padi busuk akibat banjir. (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Dia berharap pemerintah memberikan solusi dan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen pascabanjir.

“Saya berharap ada perhatian Pemerintah Daerah Konawe untuk nasib petani yang mengalami gagal panen pascabanjir. Sebagian besar petani kehilangan penghasilannya karena modal habis akibat padi-padi yang tenggelam,” kata pria berdarah bugis ini.

Data dihimpun Sultrakini.com, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengaku persawahan terdampak banjir sekitar 24.200 hektare di Kecamatan Lambuya, Pondidaha, Meluhu, Amonggedo, Wonggeduku, Wonggeduku Barat, Wawotobi, Unaaha, Uepai, Abuki, Asolu, dan Kecamatan Asinua.

(Baca: Ribuan Hektare Sawah Potensial Konawe Terendam Banjir)

Kerusakan persawahan akibat banjir dari BPBD Konawe per 10 Juni 2019, tercatat 5.360,4 hektare, total kerugian Rp 171.490.000.

(Baca: Konawe Merugi Ratusan Miliar Rupiah Akibat Kebanjiran)

Laporan: Wayan Sukanta
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.