Reaktif Covid-19, Empat Calon Mahasiswa UHO Dilarang Ikuti UTBK SBMPTN

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak empat calon mahasiswa Universitas Halu Oleo yang dinyatakan reaktif usai menjalani rapid test dipastiakan gugur dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri tersebut.

Hal tersebut karena, Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu, melarang calon mahasiswa yang hasil rapid test reaktif Virus Corona untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Jadi, keempat Calon mahasiswa UHO mereka tidak boleh lagi mengikuti UTBK, itu sudah jelas suratnya dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan itu sebenarnya yang reaktif dan hasil rapid testnya sudah tidak diperbolehkan lagi masuk lagi dalam kampus ini,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (10/7/2020) .

Zamrun Firihu mengungkapkan dari awal pihaknya telah menjelaskan bahwa pelaksanaan rapid test adalah dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra.

“Kan memang dari awal kita sudah jelaskan bahwa rekomendasi dari Gugus Covid-19 provinsi Sultra bahwa semua peserta UTBK yang akan mengikuti yaitu langkah pertama harus dilewati adalah prosedur yakni rapid test,” paparnya.

Id Bulog

“Sebelum ada keterangan rapid test mereka nda boleh masuk kelas, nda boleh mengikuti ujian tulis berbasis Komputer ini,” tambah Zamrun Firihu.

Ia menyampaikan, Untuk rapid Test pada hari Senin (12/7/2020) masih akan dilakukan. 

Ia juga menyampaikan, hal lain yang wajib dilakukan selain rapid test yakni wajib menggunakan masker dan hal lain yang berhubungan dengan protokol kesehatan.

“Sebenarnya bukan, cuma rapid test saja, kemudian yang lain juga harus pakai masker kalau ngga pake masker ngga boleh masuk dan kemudian, yang ke 2 kalau suhunya lebih dari 37,5 juga ngga boleh masuk,” ujarnya. (B)

Laporan: Riswan
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.