SUARA

Reklamasi Pantai di Resort Hugua Dituding Tanpa Amdal

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Reklamasi pantai dan penggalian alur masuk di Patuno Resort milik mantan Bupati Wakatobi, Hugua dituding belum mengantongi dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup/Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL).

Dikonfirmasi atas hal ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Wakatobi, La Ode Bou saat ditemui SULTRAKINI.COM enggan berkomentar banyak. Pada awak media, Ia meminta untuk mengkonfirmasi masalah tersebut pada Kabid Amdal.

Namun cukup aneh karena ia juga meminta kepada awak media untuk tidak memberitakan proyek reklamasi pantai dan penggalian alur masuk di Patuno Resort yang diketahui milik Hugua. “Kalau persoalan ini, langsung saja ke Kabid Amdal. Dan kalau bisa jangan dulu naikan beritanya.” Kata La Ode Boa

Saat temui SULTRAKINI.COM, Kabid Amdal BLH, Budiana Wardana mengakui bahwa proyek reklamasi pantai dan penggalian alur tersebut belum mengantongi Amdal maupun UKL/UPL.

yamaha

“Kalau untuk bagian atas itu mereka sudah usulkan pembuatan UKL/UPL namun belum dikeluarkan karena berkasnya belum dilengkapi, kalau untuk yang penggalian di laut belum ada Amdalnya karena belum ada rekomendasi dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” ucap Budiana.

Munurutnya Pemda Wakatobi telah mengusulkan pembuatan Amdal di kawan pesisir pantai pada anggaran perubahan ini. “Insya allah dianggaran perubahan ini sudah ada anggaran untuk pembuatan Amdal, karena beberapa hari lalu Kepala seksi tata ruang datang ke kantor dan menyampaikan hal itu ke kami,” ujarnya.

Terkait penegakan aturan dalam pelaksanaan proyek yang dinilai melanggar tersebut, Budiana menjelaskan pihaknya belum akan mengambil langkah tegas. “Kita cari jalan terbaiknya saja, jangan kita melihat kebelakang,” jelasnya.

Sementara itu Pelaksana Direktur Patuno Risort, Rivai Nabil saat di temui SULTRAKINI.COM enggan berkomentar soal proyek penggalian tersebut. Menurutnya proyek tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai direktur.

“Kalau itu saya tidak berkomentar karena saya tidak tahu, sebelum saya jadi pelaksana direktur di sini penggalian tersebut sudah ada,” ujarnya singkat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.