Rektor UHO Dukung Kebijakan “Kampus Merdeka”

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Muh. Zamrun Firihu menyampaikan tentang kebijakan kampus merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada pelaksanaan wisuda, Rabu (29/1/2020). Salah satu isi kebijakan itu adalah memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengambil kegiatan di luar program studi (prodi) hingga tiga semester.

Menurut Zamrun, melalui kebijakan itu mahasiswa diharapkan dapat memiliki kebebesan menentukan rangkaian pembelajaran mereka, sehingga tercipta budaya belajar yang mandiri, lintas disiplin, dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang berharga untuk diterapkan ke depan. Beragam kegiatan yang bisa dilakukan mahasiswa di luar program studinya, di antaranya magang atau praktik kerja di industri atau organisasi nonprofit.

“Selain itu bisa melalui pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, terlibat dalam proyek desa, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil, dan kegiatan lainnya yang disepakati dengan program studi. Setiap kegiatan yang dipilih mahasiswa harus dibimbing oleh seorang dosen yang ditentukan kampusnya,” jelas Zamrun, Rabu (29/1/2020).

Kebijakan kampus merdeka, kata dia, bertujuan mengubah program S1 agar mendorong mahasiswa belajar menghadapi tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian, sehingga dapat mempengaruhi penguatan karakter generasi muda. Kebijakan ini merupakan era baru pendidikan tinggi..

“Bukan hanya perguruan tinggi yang bertanggung jawab atas pendidikan mahasiswa. Adanya keterbukaan dan fleksibilitas bagi mahasiswa akan membuat mahasiswa jauh lebih siap menghadapi masa depannya,” tambahnya.

Untuk diketahui, prosesi wisuda UHO dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama, Rabu (29/1/2020) sebanyak 917 orang dan gelombang kedua, Kamis (30/1/2020) sebanyak 885 orang.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.