Rektor UMB Lulusan Doktor Terbaik UHO, Dimana pun Kuliah Intinya Motivasi Melanjutkan Studi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dr. Wa Ode Alzarliani, SP.,MM menjadi lulusan terbaik program doktor Universitas Halu Oleo pada wisuda periode April-Juli 2019. Rektor Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) lulus studi dalam waktu dua tahun sembilan bulan dengan IPK 4,0.

Wa Ode Alzarliani menyampaikan tidak masalah mau kuliah dimana pun karena yang penting adalah motivasi diri untuk cepat menyelesaikan studi. Baginya, universitas terbesar di Sultra itu memberikan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.

“Saya merasa kuliah di UHO tidak menurunkan spirit (semangat) dan kualitas kita. Saya kira dosen UHO juga luar biasa, profesional dan gelar akademiknya juga tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. Apalagi UHO juga kan sudah mengantongi akreditasi A,” jelasnya, Selasa (30/7/2019).

Sebagai seorang dosen, ia merasa bertanggung jawab secara akademik untuk terus meningkatkan kualitas. Tentunya, mencari ilmu dan meningkatkan pendidikan setinggi-tingginya.

“Sebagai rektor UMB, saya ingin memberi motivasi kepada dosen UMB dan dosen lainnya, utamanya dosen muda agar mereka berlomba-lomba meningkatkan kualitasnya,” harapnya.

Ia mengaku, ada beberapa alasan untuk memilih UHO sebagai tempat melanjutkan studi. Pertama, dekat dengan keluarga dan tempatnya bekerja serta linear pendidikan S2 dan S1.

“Saya menyelesaikan studi, sarjana di Jurusan Agribisnis UHO tahun 1998, kemudian S2 Jurusan Pemasaran di Universitas Muhammadiyah Jogjakarta. Sementara S3 Jurusan Agribisnis UHO selesai tahun ini,” jelasnya.

Di balik semua kesuksesan tersebut, dukungan keluarga utamanya suami dan anak-anak memberikan peranan penting. Tanpa dukungan mereka, ia merasa sulit menuntaskan studi doktor dengan waktu dua tahun sembilan bulan.

“Dukungan suami dan anak-anak menjadi sumber kesuksesan saya, baik dalam pendidikan maupun karier,” katanya.

Secara terpisah, suami Wa Ode Alzarliani, Sadafin, S.Pd, M.Pd, mengaku mendorong sang istri melanjutkan studi doktornya. Terlebih sebagai seorang dosen ia mesti melanjutkan studi doktor karena sebagai guru ia menganggap dirinya untuk saat ini cukup dengan studi S2.

“Saya juga memiliki rencana S3, namun karena anak-anak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, saya pikir yang diprioritaskan adalah anak-anak dulu. Kalau esok lusa anak-anak sudah berhasil, diberi umur panjang saya akan studi S3 untuk memotivasi anak-anak,” ucap Sadafin.

(Baca: Ribuan Mahasiswa UHO Diwisuda, Rektor Minta Ciptakan Lapangan Kerja)

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.