Relakan Panggung Wisuda Demi Sang Buah Hati

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan, begitulah kiranya pernyataan yang cocok menggambarkan kisah seorang ibu bernama Sarinah. Hari ini, Selasa (31/5/2016) mestinya menjadi hari bahagianya sejak 2010 menempuh pendidikan di Universitas terbuka (UT), Kota Kendari.

 

Betapa tidak, hari ini merupakan perayaan wisudanya sebagai sarjana jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di UT. Tak hanya momen penting, perayaan ini tentunya sudah ditunggu sejak lama sebagai penutup kenangan masa pendidikan, yang belum tentu bisa terulang kedua kalinya.

 

Tapi, bukannya ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut, Sarinah malah merelakan hiasan serta toga wisuda yang nampak anggun dipadu dengan kebaya itu, tidak tampil di panggung wisuda.

 

Adalah Najwa Ainindia Quin, gadis cilik berumur 11 bulan ini menjadi penyebabnya. Entah mengapa, dihari istimewa ini, sang gadis cilik malah menuntut perhatian yang lebih istimewa dari ibunya, tak sedikitpun Najwa mau digendong oleh orang lain selain ibunya itu, atau tangis akan terucap dari bibirnya.

 

Namun begitulah kiranya kasih sayang ibu, meskipun wisudawati dengan nomer urut 102 ini nampaknya sudah mempersiapkan semua untuk merasakan momen perpindahan tali toga ke sisi kanan wajahnya, tapi keinginan ini diurungkan demi si buah hati.

 

\”Sebenarnya ingin sekali ikut wisuda di dalam, tapi Dia tidak mau digendong orang lain,\” jelasnya, Selasa (31/5/2016).

 

Ditengah uforia para keluarga yang dengan hikdmat mengikuti perayaan wisuda UT di Salah satu hotel di Kota kendari, Wisudawati asal Kabupaten Muna ini hanya duduk diluar aula menggendong najwa kecil.

 

Hadir mengikuti perayaan tersebut, Sarinah didampingi seorang keluarganya, bersama datang dari Raha, Senin (30/5/2016). Sedangkan sang Suami tidak berkesempatan hadir.

 

Meskipun tak bisa naik ke panggung wisuda, bukan berarti hari itu Sarinah pulang tanpa gelar. Sambil memeluk sang buah hati pertamanya itu, Ia menyimak nomer demi nomer dipanggil naik ke atas panggung wisuda untuk menerima Ijazah dan membiarkannya angka urutannya disebut tanpa kehadiran dirinya.

 

\”Sudah saya kasih tahu panitia, katanya nanti ijazahnya diambil setelah acara penyerahan ijazah,\” tuturnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.