Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Remas Dada Murid, Guru SD Dilapor Polisi

SULTRAKINI.COM: MUNA – LAP, oknum guru pendidikan jasmani dan kesehatan salah satu SDN di Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual kepada sejumlah muridnya.

Menurut sumber SultraKini.com, LAP melancarkan aksinya pada jam pelajaran Penjaskes. Ia memanggil dan meminta calon korban untuk memijat lengannya. Pada kesempatan itulah ditengarai melaksanakan aksinya dengan cara merangkul dan meremas-remas dada korban.

Perbuatan tak senonoh LAP itu dikabarkan sudah berlangsung lama, sejak tahun 2017. Namun tidak terungkap karena pelaku melakukan pendekatan yang rapi pada korban. Pada kesempatan tertentu ia memberikan uang senilai Rp 20 ribu hingga Rp 60 ribu kepada korbannya meski tidak melancarkan aksi bejatnya.

Namun kelakuan tak terpuji itu terbongkar juga. Keluarga salah satu korban curiga melihat telepon dan pesan guru kepada sang murid yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran sekolah.

Adalah keluarga R (12) yang membongkar kejahatan itu. Rabu (22/5/2019) lalu, R yang telah selesai mengikuti ujian sekolah diajak keluarganya berlibur di Kota Kendari.

Saat itu, pelaku kerap menghubungi korban R lebih dari sekali dalam sehari, dengan pertanyaan yang tidak ada kaitannya tentang sekolah. Ia menanyakan apa kamu puasa? Ayah ibumu lagi dimana? Layaknya orang sedang pacaran.

Ibu korban menelusuri jejak telepon dan pesan dari guru tersebut, didapati puluhan kali panggilan masuk tidak terjawab.

“Istri saya yang curiga kenapa guru itu telepon terus anak saya dengan pertanyaan yang tidak penting, setelah ditanya akhirnya anak saya akui kalau pelaku kerap meremas payudara teman sekolahnya termaksud dia (korban),” jelas ASK, ayah korban saat ditemui SultraKini.Com di depan ruang unit TPA Polres Muna, Senin (27/5/2019).

Dalam kesaksian putrinya juga, lanjut ASK, ada sejumlah nama yang disebut di antaranya berinisial I, D dan P yang sudah menjadi korban pelaku, sehingga untuk memastikan kebenaran tersebut dia pun langsung menemui orang tua korban.

“Saya temui orang tua masing-masing untuk memastikan dan memang saat itu korban I, D dan P akui kelakuaan bejad pelaku bahkan itu berlangsung sejak tahun 2017 lalu,” jelasnya.

Orang tua korban yang tak terima perlakuan bejad pelaku, dan menduga masih ada korban lain, akhirnya bersepakat melaporkan perbuatan tak senonoh LAP ke Polres Muna pada Senin (27/5/2019).

“Saya sebagai orang tua sangat terpukul dengan kejadian ini yang seharusnya guru menjadi orang tua pengganti malah tega berlaku bejat, ini peristiwa buruk dipendidikan jadi saya harap pelaku segera diproses dan dihukum seberat-beratnya sesuai pasal yang berlaku,” ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, tiga pelajar korban perbuatan cabul oknum guru tersebut sementara menjalani pemeriksaan diruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (TPA) Polres Muna.

Sementara pihak Polres Muna belum dapat dikonfirmasi karena sedang menggelar rapat jelang operasi Ketupat 2019.

Laporan: Arto Rasyid
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.