Reses ke Pelosok, Ketua DPRD Konawe Bakal Perjuangkan Aspirasi Ini

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Agenda reses DPRD Konawe yang pertama tahun 2016 tengah berlangsung. Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara memilih untuk menyambangi daerah pelosok yang jarang terjamah.

 

Agenda reses Gusli berlangsung di Kecamatan Kapoiala. Di kecamatan yang terletak pada perbatasan Konawe Konut itu, Gusli menyempatkan diri bertandang di dua desa, yakni Kapoiala Baru dan Lobota.

 

Dari dua desa tersebut, Gusli menangkap tiga aspirasi penting yang harus direlisasikan Pemda. Pertama kata Gusli, masyarakat butuh perbaikan jalan. Menurutnya, akses menuju kecamatan tersebut masuk kategori jalan produksi. Ia menilai jika jalannya bagus, maka akan baik pula akses bagi masyarakat untuk menjual hasil buminya.

 

Selanjutnya, Sekretaris PAN Konawe itu menerima aspirasi seputar ketersediaan air bersih. Dari tempat tersebut Gusli menerima keluhan masyarakat jika di tempat mereka bermukim sangat sulit mendapatkan air besih.

 

Terakhir, Gusli menangkap aspirasi tentang pebaikan tambak masyarakat. Masyarakat ingin dilakukan perbaikan pematang tambak dan rehabilitasi pematang persawahan. Masyarakat juga mengusulkan penyediaan bibit untuk keperluan tambak ikan bandeng, udang dan kepiting.

 

yamaha

\”Di daerah ini ternyata ada yang unik. Pematang tambak mereka ternyata bisa beralih fungsi jadi pematang sawah. Di sini pematangnya, enam terisi air payau dan 6 bulan terisi air tawar. Makanya bisa dipakai untuk tambak dan persawahan,\” jelasnya.

 

Gusli berjanji, apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan diperjuangkan untuk program pemerintah tahun 2017. Ia menilai, Kecamatan Kapoiala merupakan penghasil ikan bandeng, udang dan kepiting terbanyak di Konawe.

 

\”Kalau program disini kita dukung, tidak menutup kemungkinan jika Kapoiala bisa menjadi sumber PAD bagi Konawe dengan semberdaya mereka,\” tandasnya.

 

Sementara itu Camat Kapoiala, Achmar Nurdin mengatakan, diwilayahnya terdapat 15 desa, 1 kelurahan dan 2 desa persiapan. Jumlah penduduknya mencapai 5932 orang. Aktivitas warganya didominasi oleh nelayan tambak. Selain itu ada juga petani sawah.

 

Ia menjelaskan, di Kapoiala terdapat 7 desa penghasil tambak bandeng, udang dan kepiting. Desa tersebut yakni Muara Sampara, Lalimbue Jaya, Hulu Lalimbue, Lobota, Tani Indah, Kapoiala Baru, Lalonggouna. Untuk produksi tambak, bandeng menguasai 70 persen, udang 20 persen dan kepiting 10 persen.

 

\”Ikan dan udang banyak dijual ke Kendari. Sementara kepiting pasarannya sudah tembus sampai ke Jawa,\” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.