Resmi Diluncurkan, Intip Ulasan Buku Saku Esa OJK Sultra Edisi I 2020

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara meluncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama atau Buku Saku Esa pada Forum Sinergi Stackholder dan Otoritas Jasa Keuangan (Fusion) bertajuk Masa Depan Milik Kita Bersama, Selasa (15/12/2020). Peluncurannya juga dilakukan bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Buku Saku Esa merupakan salah satu perwujudan pendekatan metodologi edukasi berdasarkan nilai-nilai agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha. Buku ini selaras dengan penerapan sila pertama Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa”. Sila pertama menandakan bahwa setiap warga Indonesia dipengaruhi kuat oleh nilai-nilai ketuhanan sesuai ajaran agama masing-masing. Sumber nilai-nilai ketuhanan tersebut, sesuai dengan kitab suci agama yang dianut setiap pembacanya.

“Kami percayai akan mempercepat dan memperkuat pemahaman pentingnya pengelolaan keuangan. Semoga Buku Saku ESA ini dapat bermanfaat bukan hanya dalam skala daerah atau di Provinsi Sultra, tetapi menjangkau seluruh Indonesia,” terang Kepala OJK Sultra, Mohammd Fredly Nasution.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, Fesal Musaad menerangkan pihaknya ikut terlibat dalam penyusunan Buku Saku Esa melalui Focus Group Discussion (FGD) secara maraton masing-masing agama dengan melibatkan asosiasi/komunitas agama terkait. Ia mengaku bahagia sebab terobosan atau inovasi ini mengambil pendekatan nilai-nilai agama untuk melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Kami yakin Buku Saku Esa dapat menjadi referensi berbagai pihak, mulai dari pendidikan formal, berbagai komunitas bahkan para pemuka agama untuk menyusun materi edukasi atau siraman rohani bagi anggota/umatnya. Terima kasih untuk kolaborasi dan sinergi yang luar biasa selama ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sultra, Rustam Tamburaka mengapresiasi OJK Sultra dalam menginisiasi Buku Saku ESA. Pendekatan edukasi melalui nilai-nilai agama yang beragam dan dirangkum dalam satu buku memiliki dua manfaat sekaligus. Selain berpotensi meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan, juga berperan sebagai media pemersatu bangsa.

Kata Rustma, kesadaran dan pemahaman nilai-nilai agama masing-masing yang unik dan beragam akan meningkatkan kapasitas toleransi bagi pembacanya. Hal ini senada dengan tingkat kerukunan umat beragama di Provinsi Sultra atau indeks kerukunan umat beragama 73,9 persen (Litbang Kementerian Agama RI, 2019). Nilai Indeks ini menempatkan Provinsi Sultra berada di urutan ke-16 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Buku Saku Esa ini adalah salah satu bentuk terobosan OJK dan stakeholder yang terlibat dalam memperkuat kerukunan umat beragama, baik di Provinsi Sultra hingga skala nasional. Kami mengucapkan selamat dan sukses atas penerbitan Buku Saku ESA ini,” ujarnya.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada 2019 menunjukkan, indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen. Terdapat GAP sebesar 38,16 persen menunjukkan masih banyak masyarakat yang tidak paham dengan produk jasa keuangan yang digunakan.

Khusus untuk milenial ada kondisi seperti ini, yakni hasil riset “The Future of Money” (2019) oleh Luno Bekerja sama dengan Dalia Research terungkap 69 persen generasi milenial di Indonesia tidak memiliki strategi investasi.

IDN Research Institute melalui Indonesia Millenial Report 2019 menyatakan, hanya 10,7 persen dari pendapatan yang ditabung oleh milenial. Sedangkan 51,1 persen pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan para milenial.

Studi oleh Manulife 2017 menyatakan, 3 dari 10 milenial diprediksi akan kekurangan uang di masa pensiun.

Islam

Tujuan pengelolaan keuangan menurut agama Islam, yaitu saling berbagi “Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepada kalian.” (QS. Nuur:33).

Mengendalikan Diri “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon :67).

Masa depan yang baik “Simpanlah sebagian dari harta kamu untuk kebaikan masa depan kamu, karena itu jauh lebih baik bagimu.” (H.R Bukhari).

Pandangan Al Quran terhadap uang dan harta. Allah Subhanahuwa Ta’ala Berfirman dalam Al Quran:

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS Al-Hadid ayat 7)

Prinsip-prinsip dalam berinvestasi sesuai syariat Islam. Menginvestasikan harta yang dimiliki secara syariah mengacu pada hukum agama Islam, yaitu Al Quran dan Hadits. Oleh karena itu, investasi ini dikerjakan dengan cara halal dan digunakan dengan cara yang halal juga.

Adapun kegiatan/tindakan yang bertentangan dengan prinsip syariah, yaitu Maisir, Gharar, Riba, Bathil, Taghrir.

Kristen/Katolik

Tujuan pengelolaan keuangan agama Kristen dan Katolik, yaitu pertama, Ingat! Semua Milik Tuhan, sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu (Tawarikh 29:14).

Kedua, pertanggungjawaban Ilahi, demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggung Jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.(Roma 14:12)

Ketiga, dipakai untuk Kemuliaan-Nya, semua orang yang disebutkan dengan Nama-Ku yang Kuciptakan untuk Kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan! (Yesaya 43:7)

Prinsip-prinsip Alkitab dalam berinvestasi, yaitu Motif Investasi tepat “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (1 Korintus 10: 31)

Cara Berinvestasi benar “Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan.” (Amsal 16:8).

Dan visi investasi untuk kekekalan “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; dibumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)

Hindu

Selanjutnya tujuan pengelolaan keuangan agama Hindu. Moksārtham jagadhīta ya ca iti dharma, yaitu mencapai kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat dengan jalan dharma. Pengelolaan Keuangan sangat berkaitan dengan tujuan hidup umat Hindu yang disebut dengan Catur Purusa Artha. Kedua, Catur Purusa Artha (4 Pilar Tujuan Hidup); yakni Dharma, Artha, Kama, Maksa. Artinya tujuan pengelolaan keuangan bagi umat Hindu merupakan bentuk pertanggungjawaban hidup (dharma dan artha) serta pengendalian diri (kama dan moksa)

Prinsip-Prinsip dalam berinvestasi, yakni untung dan berkembang, yakni Murdhanam raya arabhe dan Tan me bhuyo bhavatu ma kaniyah. Lalu Cara berinvestasi benar, “Lawan tekapaning mangarjana, makapagwanang dharma ta ya” yang artinya: (Dan cara memperoleh sesuatu, hendaknyalah senantiasa berdasarkan Dharma (kebenaran dan kebajikan) (Sarasamuccaya 261)

Budha

Tujuan pengelolaan keuangan umat Budha, yakni Pentingnya mata pencarian benar (Sama Ajiva) dalam kehidupan umat Buddha. Dalam Cakkavattisihanada sutta: Digha Nikaya (26). Sang Buddha menyatakan bahwa kemiskinan yang sangat adalah sebab utama dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermoral dan kejahatan seperti pencurian, penipuan, pemerasan, kebencian, kekejaman,dan adu domba.

Untuk melenyapkan kejahatan, Agama Budha menganjurkan agar keadaan perekonomian rakyat diperbaiki. Pendidikan perekonomian sangat diperlukan. Disinilah pentingnya suatu usaha yang mandiri (wirausaha) dikembangkan. Banyak keuntungan-keuntungan yang didapat dengan pengembangan wirausaha.

Prinsip-prinsip dalam berinvestasi pertama CITTA, memperhatikan dengan sepenuh hati terhadap hal-hal yang sedang dikerjakan tanpa membiarkanya begitu saja. Kedua VIMAMSA, merenungkan dan menyelidiki alasan-alasan di dalam hal-hal yang sedang dikerjakan.

Utuk diketahui, Buku Saku Esa diterbitkan oleh OJK Sultra, Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Jalan Abdullah Silondae Nomor 95A, Kendari, Sulawesi Tenggara, 93111.

Supervisi dan Penulis: Ridhony Marisson Hasudungan Hutasoit (Kepala Subbagian Edukasi & Perlindungan Konsumen) bersama narasumber Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, perwakilan Bimas pada Kanwil Kemenag Sultra, dan para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha dalam asosiasi/komunitas agama. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.