Iklan Clarion

Ribuan Mahasiswa di Kendari Bawakan Keranda Mayat Untuk Ahok

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gelombang demonstrasi mengutuk pelecehan ayat Al Quran terjadi juga di Kendari. Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen dan kampus bergerak dari berbagai titik menuju Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Jumat (4/11/2016) pagi.

Meski tidak berada dalam satu barisan aksi, tetapi isu tuntutan yang disuarakan berbagai massa aksi tersebut sama. Dalam pernyataan sikapnya, mereka menuntut pihak kepolisian agar segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok dinilai telah melakukan penghinaan terhadap salah satu ayat di dalam Al Quran.

“Dengan selesainya pemerikaan sebelas saksi dan adanya alat bukti berupa video, apakah itu belum cukup untuk menangkap Ahok,” kata salah seorang demonstran dalam orasinya.

Dengan berjalan kaki dan menggunakan pelantang suara, massa aksi terus meneriakkan “Tangkap Ahok”. Mereka juga membawa keranda mayat bertuliskan “Keranda Mayat Untuk Ahok”.

Sekitar pukul 10.30 Wita sebanyak empat kelompok massa aksi tiba hampir bersamaan di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. Setelah diterima Anggota DPRD Sulawesi Tenggara dan puas berorasi beberapa massa aksi bergeser dan kembali melakukan orasi di Perempatan Depan Lapangan Eks MTQ. Sementara massa yang masih bertahan di depan Gedung DPRD terus berorasi sambil diiringi teriakkan takbir dan “Tangkap Ahok”.

Pantauan SULTRAKINI.COM, meski tidak berada dalam satu komando aksi, jalannya demonstrasi cenderung aman dan tak ada hal-hal yang sifatnya provokatif. Tiap kelompok massa aksi tampak mengarahkan anggotanya dalam barisan. Dikabarkan pasca sholat Jum’at masih akan ada aksi berbeda dari massa aksi yang lain.

Gelombang aksi ini merupakan agenda aksi nasional yang berpusat di Jakarta. Aksi ini menuntup Ahok segera ditangkap terkait bahasanya di sebuah pertemuan ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam sebuah rekaman video Ahok dinilai telah menghina salah satu ayat Al Qur’an. Di Jakarta sendiri ditargetkan sekitar 500 ribu massa akan menggelar aksi di hari Jumat 4 November 2016.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.