SUARA

Ribuan Warga Konawe Kena Tipu Bank Dunia. Dijanji dapat Gaji Rp15 Juta Per Bulan

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sebuah program yang mengatasnamakan Sultan Padangguni Konawe dan Bank Dunia, hingga kini belum jelas kabarnya. Janji untuk memberikan gaji tiap orang sebanyak Rp15 juta per bulan seumur hidup, kepada mereka yang ikut program tersebut tak kunjung tiba.Ribuan masyarakat Konawe telah tergabung dalam program tersebut. Mereka juga telah melakukan penyetoran uang untuk mendukung hadirnya program tersebut. Nilainya variatif, ada yang ratusan ribu hingga jutaan.H. Abdul Muthalib, yang mengaku masih keturunan raja Padangguni mengaku heran atas program tersebut. Hal pertama yang ia soroti adalah adanya kata “sultan” untuk penyebutan raja Padangguni. Sementara sepengetahuannya, zaman kerajaan Padangguni terdahulu masing menganut animisme dan belum memeluk Islam. Sehingga penggunaan kata sultan pada program tersebut tidak tepat.Kemudiaan lanjut Muthalib, untuk menyukseskan program kesultanan Padangguni di Konawe, masyarakat diajak untuk untuk bergabung menjadi anggota. “Mereka yang bergabung di suruh membayar. Ada yang ratuasan ribu sampai jutaan,” ujarnya.Pembayaran tersebut dilakukan para oknum dengan alasan untuk memuluskan program. Masyarakat pun diiming-imingi bakal digaji oleh Bank Dunia sebanyak Rp15 juta per bulan seumur hidupnya.”Karena iming-iming itu, banyak maayarakat yang ikut. Jumlahnya sampai ribuan. Tapi hasilnya sekarang tidak ada,” jelasnya sambil mengatakan jika program tersebut sudah berlangsung sejak tahun lalu.Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Konawe mengatakan, jika program tersebut tidak benar. Ia mengungkapkan bahwa program kesultanan Padangguni itu fiktif dan hanya permainan oknum saja yang ingin memeras uang rakyat dengan modus penipuan.”Saya sudah ikut acara temu Ikatan Cendekiawan Keraton nusantara. Tidak ada itu yang namanya Sultan Padangguni di sana,” terangnya.Parinringi juga menganalogikan, untuk apa Bank Dunia membiayai masyarakat Konawe yang tergabung di kesultanan Padangguni. Sementara katanya, di Afrika sana masih banyak orang mati kelaparan karena tidak dapat makanan. “Mereka saja yang di Afrika sudah setengah mati untuk dapat bantuan Bank Dunia. Jadi jangan mudah percaya dengan hal yang seperti itu,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.