SULTRAKINI.COM: KONAWE - Perekrutan Pantia Penyelenggaran Kecamatan (PPK) oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Konawe berujung polemik. Kelompok massa yang menamakan diri Pergerakan Organisasi Rakyat (Prorakyat) menggelar demonsntrasi di gedung KPUD Konawe, Kamis (26/10/2017). Puluhan massa tersebut, menyatakan diri atas dukungannya terhadap KPUD yang telah bekerja dengan baik, khususnya dalam perekrutan PPK.

Ribut Perekrutan PPK di Konawe, Dua Kelompok Massa Gelar Demo Pro dan Kontra
Massa Prorakyat saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPUD Konawe, Kamis (56/10/2017). (Foto: Mas Jaya/SULTRAKINI.COM)

"Kami tidak ingin ada oknum yang sengaja mengintervensi pengelenggaran (KPUD) dalam proses penerimaan PPK yang menurut kami sudah dilaksanakan dengan baik," ujar salah satu orator massa aksi, Aljan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa tiga tuntutan. Pertama, menghimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya isu yang akan mengganggu tahapan Pilkada. Kedua, mendukung KPUD untuk bekerja profesional tanpa ada bayang-bayang intervensi.

"Kami juga meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas apabila ada yang mencoba menghalang-halangi aktivitas KPUD, terlebih sampai merusak fasilitas kantor," tegas Aljan.

Massa kemudian diterima oleh salah satu Komusioner KPUD Konawe, Ulil Amrin. Ia menegaskan, adanya isu kalau KPUD tidak profesional dalam perekrutan PPK merupakan fitnah.

"Kami bekerja sesuai SOP. Makanya tidak benar kalau ada yang menyatakan bahwa perekrutan PPK kemarin itu, menyalahi aturan. Semuanya, sudah kami kerjakan sesuai SOP," tandasnya.

Aksi dari massa Prorakyat hari ini merupakan respon atas unjuk rasa yang terjadi sahari sebelumnya, Rabu (25/10/2017). Diketahui, Asosiasi Pemerhati Rakyat sebelumnya, menggelar aksi di gedung KPUD dengan menuding pihak KPUD tidak profesional dalam melakukan perekrutan PPK. Aksi tersebut bahkan berbuntut pada penyegelan kantor KPUD dan membuat aktivitas kantor para staf terhenti sementara.

(Baca juga: Rekrutmen Panwascam di Konawe Ribut, Peserta Protes Lulus Beda Kecamatan)


Laporan: Mas Jaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations