000 HPN Prov

Ritual Pakandeana Ana Ana Maelu, Mengenal Cara Mencintai Anak Yatim

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Sebanyak 23 anak yatim dari berbagai sekolah yang ada di Kelurahan Lamangga dan Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau dapat santunan dalam kegiatan berbagi rezeki bersama ana ana maelu (anak yatim) yang diselenggarakan Alumni SMPN 2 Baubau angkatan 83 melalui Lembaga Komunitas Pemerhati Budaya Butuni (LKPBB).

Dalam ritual pakandea ana Maelu anak yatim diperlakukan seolah masih memiliki orang tua, ritual dan cara-cara yang dilakukan pada santunan anak yatim ini dilakukan persis dengan yang dilakukan oleh orang tua zaman dulu sejak 1821 di masa Sultan Oputa Mancuana.

“Dalam ritual ini anak yatim diusap kepalanya, diberi makan (dengan cara disuapi), dipakaian sarung seperti ritual tadi sehingga mereka merasa seolah-olah masih memiliki orang tua,” jelas Ketua Panitia LKPBB, Kamaluddin, Minggu (15/9/2019).

Ritual Pakandeana ana ana Maelu oleh LKPBB. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Ritual Pakandeana ana ana Maelu oleh LKPBB. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

Kamaluddin berharap ritual pakandeana ana maelu dapat dipertahankan sebagai kekayaan adat Kesultanan Buton dan tahun selanjutnya bisa lebih banyak lagi anak yatim disantuni.

“Ada 23 orang anak yatim yang kebetulan berasal dari dua kelurahan, yaitu Wajo dan Lamangga. Baru dua kelurahan karena keterbatasan kami juga, mungkin tahun depan bisa lebih banyak jika LKPBB ini berkembang nanti akan kami perluas lagi jangkauannya,” harap Kamaludin.

Turut hadir di kegiatan tersebut Wali Kota Baubau AS Tamrin, anggota DPRD, rektor UMB dan rektor Unidayan, sejumlah kepala sekolah, tokoh agama, dan tokoh adat di Kota Baubau.

AS Tamrin juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan terus memberi manfaat yang baik khususnya untuk anak yatim dan atau piatu.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut ke depannya,” ucap Tamrin.

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.