SUARA

RSUD Muna Tidak bisa Pastikan Santri Ponpes Ibnu Abas Muna Keracunan Makanan

SULTRAKINI.COM: MUNA – Sejumlah santri di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Abas Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, Kamis (19/4/2018). Para santri diduga keracunan makanan yang dibawakan dari kegiatan program diklat pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar di Rumah Jabatan Galampa Kantolalo pada 18 April 2018.

Salah seorang pengurus Pondok Pesantren Ibnu Abas, Afi bercerita, para santri menyantap makanan yang dibawakan panitia PIP ke pondok untuk makan malam (18/4). Gejala mual dan muntah baru dirasakan para santri keesokan harinya (19/4).

“Ada kelebihan makanan dari acara itu (Program PIP) yang dibawakan ke pondok untuk di santap malam hari para santri. Tapi gejalanya baru terasa dari siang tadi dan malam ini (19/4) klimaksnya saat santri mulai mual dan muntah sehingga di bawah ke rumah sakit,” kata Afi kepada SultraKini.Com, Kamis (19/4/2018).

Seorang santri yang enggan menyebutkan namanya mengakui, makanan yang disantap di pondok pesantren juga berasal dari orang tua salah satu santri.

yamaha

“Temannya orangtua teman saya (salah satu santri) yang datang bawa ke pondok,” singkatnya yang sedang dirawat di ruang UGD RSUD Muna.

Sementara itu, Dokter Instalasi UGD RSUD Muna, Dr. Muhammad Marlin mengungkapkan sekira pukul 19.30 Wita, tercatat 14 santri putra dirawat dengan kondisi fisik lemah, disusul enam santri puteri sekira pukul 21.30 Wita. Dia mengatakan, penyebab kondisi kesehatan para santri tidak dapat dipastikan dengan alasan harus melalui pemeriksaan toksikologi.

“Kendala kami, tidak adanya bahan untuk melakukan pemeriksaan toksikologi di RSUD Muna untuk mengetahui penyebab keracunan, tapi dicurigai (Suspek) keracunan makanan,” ungkapnya.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kondisi mual dan muntah para santri yang mengharuskan mereka perawatan intensif dari rumah sakit.

 

Laporan: Arto Rasyid

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.