Rumbia Lagi-lagi Direndam Banjir, Tafdil-Mashura Dinilai Gagal

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Wilayah Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana kembali diterjang banjir Selasa (1/3/2016) siang sekitar pukul 13.30 Wita.Banjir menerjang tiga Kelurahan yakni Kelurahan Doule, Kelurahan Lampopala dan Kelurahan Kasipute Kecamatan Rumbia.Akibatnya, ratusan rumah diwilayah jantung ibukota itu digenangi air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun genangan itu telah merendam sejumlah elektronik dan perabot rumah tangga warga ibukota.  Penyebab banjir diduga akibat derasnya guyuran hujan serta meluapnya salah satu saluran diatas pemukiman tiga Kelurahan tersebut. \”Ada saluran besar yang meluap di atas. Akibatnya, air datang laksana bah, memasuki rumah-rumah penduduk,\” ujar Sukirman Warga Doule.Banjir terparah di wilayah Kelurahan Lampopala dan Kelurahan Doule. Sejumlah warga dibuat panik. Sebab  guyuran hujan tidak begitu lama menyirami dua wilayah itu.  Tapi tiba-tiba sejumlah drainasenya sudah meluap.  \”Drainasenya dibuat sangat sempit sekali, akibatnya air cepat meluap. Jujur wilayah kami (Lampopala) sudah jadi langganan banjir tiap kali hujan deras. Kami dibuat tidak tenang tiap musim hujan begini,\” keluh Anton warga Lapopala.Diperkiran hujan mengguyur ibukota sekitar pukul 12.00 wita. Satu jam berikutnya, sekitar pukul 03.00 wita, genangan air sudah tampak di area Ibukota. Di Kelurahan Doule misalnya, genangan banjir  tampak jelas dilingkungan satu, atau depan kantor DPP PAN Bombana. Sementara di Kelurahan Kasipute, menerja diwilayah pemukiman BTN Pasir putih dan sekitarnya  Banjir yang landa diwilayah jantung ibukota ini, laksana derita tahun. Tiap musim hujan tiba, warga ibukota selalu dibuat tidak nyaman. \”Ini kegagalan pemerintahan Tafdil-Mashura dalam membenahi Kota. Aneh ya, sudah memasuki periode akhir, tapi sekedar menangani urusan banjir, mereka tidak mampu,\” ujar Fadly Lasama warga Rumbia.Ketua Lembaga Gerbang Mas Bombana ini, menilai Pemkab Bombana tidak tangkas dan terkesan membiarkan persoalan banjir ini.\”Sederhana menilainya, yang pertama itu ketika mengetahui warganya banjir tapi tidak ada uluran bantuan dari pemerintah. Kedua, tidak ada gerak untuk mengantisipasinya. Contohn kecilnya, sudah tahu bahwa area ibukota itu rawan banjir, tapi sengaja membuat drainase sempit. Ini kan lucu dan membingungkan. Bahkan ada laporan masyarakat bahwa ada pekerjaan selokan diatas pemukiman warga yang tidak dilanjutkan lagi. Ini sungguh mengecewakan masyarakat ibukota,\” tutupnya.(B)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.