Saat Resesi, OJK Sebut e-commerce Mampu Bantu Omzet UMKM

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Saat resesi menghantam perekonomian suatu negara, maka terjadi kelesuan aktivitas ekonomi hampir di semua sektor.

Salah satu sektor yang merasakan dampak resesi adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Agar untuk tetap eksis meski nanti Indonesia mengalami resesi UMKM diminta untuk memanfaatkan pasar daring atau e-commerce dalam memasarkan produknya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Mohammad Fredly Nasution, menilai salah satu penyebab resesi adalah penurunan konsumsi masyarakat.

“Konsumsi masyarakat berpengaruh pada omzet penjualan dari UMKM. Jadi yang perlu dilakukan oleh UMKM salah satunya dengan go digital sehingga jangkauan usahanya lebih luas,” kata Fredly, Sabtu (26/9/2020).

Dikatakannya, keseimbangan antara produksi dan konsumsi atau daya beli masyarakat merupakan dasar pertumbuhan ekonomi. Namun, apabila produksi dan konsumsi tidak seimbang, tentunya akan terjadi masalah pada siklus ekonomi.

Jika produksi yang tinggi tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat yang tinggi pula, maka akan mengakibatkan penumpukan persediaan barang.

Sebaliknya, jika produksi rendah sedangkan daya beli masyarakat tinggi sehingga menyebabkan kebutuhan masyarakat tak terpenuhi, maka negara harus melakukan impor. Dan hal tersebut menyebabkan penurunan laba perusahaan dan lemahnya pasar modal.

Fredly mengatkan OJK dimungkinkan untuk melakukan perubahan POJK terkait restrukturisasi, apakah terkait dengan masa berlakunya POJK atau hal-hal didalamya seperti jumlah plafon yg bisa memperoleh restrukturisasi

“Peran OJK adalah mendukung pemulihan Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh pemerintah melalui penerbitan POJK, seperti POJK restruk atau bersinergi dengan lembaga lain agar pemulihan ekonomi berjalan lancar,” ungkapnya.

Selanjutnya Ia juga mengingatkan hal yang dilakukan masyarakat pada masa resesi yakni menyiapkan dana cadangan.

“Masyarakat perlu mempersiapkan dana cadangan dan melakukan konsumsi untuk barang-barang kebutuhan primer,” tutupnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.