Iklan Clarion

Satu Tersangka Illegal Loging Ditetapkan, Menyusul Kades Wawowatu

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Subdit IV Tipiter (tindak pidana tertentu) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra, menetapkan satu tersangka kepemilikan 71 batang kayu Jati ilegal dari Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Ia adalah Doni.Kayu Jati berdiameter 60 hingga 70 sentimeter itu, berasal dari kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang berdekatan dengan lokasi ladang Jati masyarakat.Doni memenuhi panggilan penyidik pada Selasa (15/3/2016), untuk dilakukan dimintai keterangan. \”Datang sama pengacaranya dia itu, pertama dipanggil untuk jadi saksi dan sekarang sudah jadi tersangka, jangan sampai dia lari,\” ungkap Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Hartono, saat dikonfirmasi diruangannya, Rabu (16/3/2016).Pengakuan Doni, kayu tersebut dibelinya pada saat masih tumbuh di kawasan hutan lindung, yang ternyata terdapat sekitar 200 pohon di kawasan itu. Rencananya, kayu Jati tersebut akan dikirim ke Jepara, Jawa Tengah.\”Profesinya si Doni ini emang pengusaha kayu, di Jepara sudah ada yang tadah, disana cuma tahu beli saja, tidak tahu bahwa kayu ini ilegal,\” tambah perwira Polda berpangkat dua bunga ini.Budiman, si penjual kayu yang juga sebagai Kepala Desa Wawowatu, dalam waktu dekat juga akan ditetapkan sebagai tersangka terkait penerbitan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) Kayu.Perlu diketahui, SKAU adalah dokumen angkutan yang merupakan surat keterangan yang menyatakan penguasaan, kepemilikan dan sekaligus sebagai bukti legalitas pengangkutan hasil hutan hak (kayu bulat dan kayu olahan rakyat). SKAU diterbitkan oleh Kepala Desa/Lurah atau Perangkat Desa/Kelurahan ditempat hasil hutan hak tersebut akan diangkut. \”Kepala desanya juga sudah kami periksa, selanjutnya yang kami akan periksa adalah kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Diknas) tempat dimana kawasan hutan tersebut berada,\” tutup pria yang hobi adventure dengan motor trail ini.(B)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.