Pilkada koltim

Satu WNI Jadi Korban Banjir di Jepang

SULTRAKINI.COM: Tercatat ratusan jiwa melayang akibat banjir dan tanah longsor di Jepang. Di antara musibah tersebut, terdapat satu warga negara Indonesia (WNI) ikut menjadi korban luka.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan KJRI (Konsulat Jenderal Indonesia) Osaka, pada umumnya WNI di wilayah terdampak bencana berada dalam kondisi aman. Namun dilaporkan terdapat satu WNI mengalami luka ringan, yang telah dirawat di rumah sakit setempat,” sebut pernyataan KJRI Osaka dalam siaran pers dilansir dari Sindonews, Kamis (12/7/2018).

WNI di wilayah terdampak banjir memilih menempati pengungsian dan rumah keluarga yang berada di wilayah terdekat, seperti Kota Saijo empat keluarga, Kota Jure 10 orang, dan Kota Mihara empat orang.

Tim KJRI berusaha menjangkau wilayah Kurashiki City yang terdapat empat keluarga WNI dari Osaka. Lokasi ini merupakan salah satu kota paling parah di Prefektur Okayama. Saking parahnya, lokasi ini sulit dijangkau karena jalan kota telah tertutup.

Usai memasuki lokasi, tim melanjutkan perjalanan dari Prefektur Okayama menuju Prefektur Hiroshima demi menjangkau WNI yang menjadi terdampak bencana yang di antaranya bermukim di Kota Saijo, Kure, dan Kota Mihara.

Pilkada

Para korban tersebut, mendapatkan bantuan yang diberikan kepada perwakilan WNI dan Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Okayama.

KJRI Osaka menambahkan, mereka telah mengeluarkan imbauan sejak akhir pekan lalu dan tetap menganjurkan agar WNI yang berada di Jepang untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya curah hujan tinggi pada waktu mendatang.

“Tim KJRI Osaka menyerahkan bantuan melalui Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Okayama yang akan membantu pendistribusiannya,” sambungnya.

“Di Kota Kure, Hiroshima, air bersih belum mengalir ke rumah penduduk dan harus diambil dari titik-titik tertentu, serta air untuk minum masih sangat terbatas. Di Kota Honggo, Hiroshima, sejumlah WNI terpaksa mengungsi ke Masjid Mihara yang dikelola oleh masyarakat Indonesia setempat di Kota Mihara akibat terputusnya akses terhadap air bersih sehingga umumnya warga setempat sampai harus mengandalkan sungai sebagai sumber air,” jelas KJRI Osaka.

Sumber: Sindonews.com
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.