Sebagian Korban Puting Beliung di Wakatobi Terima Bantuan

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Di awal tahun 2020 ini, Kabupaten Wakatobi khususnya Pulau Wangi-wangi sudah dua kali dihantam angin puting beliung yaitu pada 2 Januari dan 5 Januari 2020.

Puting beliung yang menghantam pulau Wangi-wangi pada tanggal 2 Januari 2020 merusak 10 rumah, sementara pada tanggal 5 Januari 2020 merusak 27 rumah.

Terkait hal tersebut, Pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi memberikan bantuan ke korban bencana pada Selasa (7/1/2020).

“Hari ini kami baru menyalurkan bantuan ke korban bencana puting beliung yang terjadi pada tanggal 2 Januari 2020,” kata Sekretaris BPBD Wakatobi, La Ode Turbau, Selasa (7/1/2020).

Lanjutnya, bantuan yang diberikan sesuai dengan permintaan masyarakat. “Bantuan yang diberikan berupa atap seng, kayu dan semen, sesuai dengan permintaan para korban,” ungkapnya.

Namun dari 10 rumah yang rusak Pemda hanya memberikan bantuan kepada sembilan rumah saja, karena rumah yang berpenghuni hanya sembilang rumah.

Untuk korban yang terkana puting beliung pada 5 Januari 2020, masih dalam tahap identifikasi kerugian, kemudian diberikan bantuan.

Fortune

“Selesai diidentifikasi jumlah kerugian, kami akan langsung berkoordinasi dengan atasasn untuk proses penyaluran bantuan,” terangnya.

Warga Mandati III, Kecamatan Wangi-wangi selatan, Nur Hayati, mengaku telah meneriman bantuan berupa bahan untuk membuat rumah.

“Saya dibawakan kayu dua kubik, atap seng 30 lembar, paku, dan kabel,” unjarnya.

Saat ini Nur Hayati harus tinggal di rumah kerabat karena angin puting beliung pada tanggal 2 Januari 2020 kemarin menghantam rumahnya hingga ratah dengan tanah.

Sementara, warga Kelurahan Mandati I, Wa Sonaria mengaku, belum menerima bantuan sejak rumahnya di terpah angin puting beliung pada 5 Januari 2020, sehingga ia berinisiatif untuk mengutang agar dapat membali atap seng dan kayu agar bisa menutupi rumahnya yang bacor akibat puting beliung.

“Saya sudah kasih tau pak lurah, dan ibu Setiyawati (anggota DPRD) agar saya menghutang dulu diluar, nanti ada bantuan baru saya ganti, karena klau tidak saya tidur basah-basah karena hujan.” Ungakapny

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.