Sebelas Langkah Membentuk Kepercayaan Diri Anak

SULTRAKINI.COM: Sebagai orang tua, pastinya kita menginginkan anak bisa tumbuh aktif dan percaya diri. Rasa percaya diri merupakan unsur terpenting harus dimiliki sebagai generasi maju.

Cara membentuk karakter anak untuk percaya diri dimulai dari lingkungan keluarga. Seperti dikatakan Anna Surti Ariani, S.psi., M.Si, Psikolog anak dan keluarga bahwa orang tua selalu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri dan memberikan kesempatan kepada mereka secara mandiri. Orang tua perlu menumbuhkan cinta, lebih sensitif, dan responsif menangkap apa yang dibutuhkan anak.
Olehnya menjadi orang tua yang sensitif dan responsif itu perlu. Simak tips berikut.

Mengajak anak selalu berpikir positif

Hal pertama harus kita tanamkan pada anak agar bersikap berani, yakni mengajaknya selalu berpikir positif saat menghadapi tantangan. Kita harus menanamkan bahwa setiap perbuatannya harus memiliki tujuan baik untuk dirinya sendiri. Meskipun secara langsung memang dampaknya tidak terlihat namun pengalaman yang berasal dari kejadian yang telah dialami anak akan diingat sekaligus jadi perbaikan diri si anak.

Menghiraukan pikiran negatif dari orang lain

Ketika anak akan masuk dalam dunia sosial, pasti ada persepsi orang lain yang menganggapnya buruk dan membuatnya minder. Hal seperti ini harus diantisipasi. Tanamkan pada diri anak bahwa sesuatu bersifat negatif biar dijadikan pembelajaran namun jangan menghalanginya untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang positif.

Bantu mengasah kemampuan diri anak

Membentuk mental kuat dan berani si anak harus diimbangi dengan kemampuan dirinya yang tinggi. Oleh sebab itu asah kemampuan dengan melatih atau memberikan wawasan diluar dari pendidikan sekolah bisa menjadi alternatif.

Memberinya nasihat untuk rendah hati

Kita harus memberikan anak pembelajar mengenai nilai keagamaan. Seberat apapun ujian yang anak hadapi, tanamkanlah untuk selalu kembali kepada Tuhannya. Sehingga dengan begitu meski sikap keberaniannya tinggi, ia tetap memiliki sifat rendah hati. Langkah ini perlu dilakukan sejak awal sebagai cara mendidik anak usia 5 tahun dan cara mendidik anak usia 3 tahun.

Percaya diri yang tinggi

Tananamakan pada anak untuk terus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, jangan takut juga malu. Penting memberikan arahan pada anak agar melakukan segala sesuatunya dengan pemikiran matang. Salah satu penyebab anak cepat marah adalah ketika mereka merasa tidak dipercaya mampu melakukan sesuatu. Karenanya penting menjaga agar anak selalu percaya pada kemampuannya.

Meditasi dan olahraga

yamaha

Salah satu teknik manajemen stress yang baik bisa melalui meditasi dan olahraga agar meringankan pikiran dan membuat tubuh menjadi rileks. Selain itu jika anak sudah masuk dalam lingkungan sosial yang memberinya banyak tekanan ia dapat mengurangi beban atau rasa stresnya sendiri.

Ajaklah anak saling berbagi pengalaman

Untuk menyiapkan mental anak lebih kuat, bantu ia memperoleh informasi dengan cara saling berbagi pengalaman. Langkah ini juga membantu anak mampu berbicara di depan umum.

Ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan

Ketika anak hanya berdiam diri dalam rumah, akan membuatnya merasa minder saat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Untuk mengatasinya, ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan yang dapat membantunya lebih berani dan siap secara mental saat menghadapi kehidupan sosial yang sebenarnya.

Membantunya menghargai diri sendiri

Kekuatan mental seorang anak akan turun jika terus dibandingkan dengan orang lain. Sebaiknya bantu ia menghargai dirinya sendiri. Cari tahu apa yang menjadi minat dan keahlian anak. Setelahnya, berikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki kelebihan sendiri-sendiri, sehingga ia akan menghargai dirinya sendiri.

Memberikan cara bertanggungjawab

Tentu saja tanggung jawab adalah hal yang sangat penting. Saat anak mendapatkan sesuatu hal yang harus ia selesaikan, biarkan ia bertanggungjawab. Bantulah anak membangun rasa tanggung jawab tersebut.

Dorong anak mencoba sesuatu yang baru

Tanamkan dalam diri anak untuk tidak khawatir dengan risiko yang akan dihadapinya. Rasa percaya diri yang tinggi akan menumbuhkan rasa keberanian anak. Ketika anak berani mencoba hal baru, mereka akan menemukan jati diri dan rasa percaya diri.

Sumber: hamil.co.id 

Laporan: Saswita

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.