Sehari, Konawe Utara Tiga kali Diguncang Sesar Lawanopo Hingga Berkekuatan 4,1 SR Warga Diimbau Waspada


SULTRAKINI.COM: KENDARI –  Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara tiga kali diguncang gempa hari ini, Sabtu (6/3/2021). Tiga titik gempa berasal dari sesar Lawanopo di Tenggara Labungga.

Gempa awal terjadi sekitar pukul 13:04:41 Wita dengan kekuatan magnitudo 3,5 skala richter (SR) dengan titik lokasi 3.57 LS dan 122.15 BT berjarak 6.4 km Tenggara Labungga, Konawe Utara, kedalaman 10 km.

Selang beberapa menit kemudian, gempa susulan kembali terjadi pada pukul 13:55:32 Wita dengan Magnitudo 2,9 skala richter (SR) Barat Daya Labungga dengan jarak 4,7 km dan kedalam yang sama gempa awal. Gempa dirasakan II MMI di Wanggudu, Andowia dan Asera.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin mengatakan jenis dan mekanisme gempabumi berkekuatan M 3,5 jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Lawanopo di Barat Daya Labungga.

“Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ungkap Rudin, Sabtu (6/3/2021).

BMKG memprediksi akan ada gempa susulan. Tepat pada pukul 18:27:05 Wita gempa kembali mengguncang Konut dengan titik gempa yang sama Tenggara Labungga dengan jarak 3,3 km dan kedalaman 10 Km.

“Bersasarkan lokasinya episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Lawanopo di Tenggara Labungga,” ujarnya.

Rudini menjelaskan dampak gempabumi tersebut yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ketiga ini dirasakan di wilayah Wanggudu dengan skala intensitas IV MMI dan di wilayah Andowia dan Asera dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). 

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” katanya 

Hingga pukul 19:20 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat 1 gempabumi susulan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Juga diminta agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa. 

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.