Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok di Wakatobi Merangkak Naik

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Sejumlah harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Wakatobi terus mengalami kenaikkan, sejak mewabahnya virus corona di luar negeri bahkan Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wakatobi, Safiuddin, mengatakan harga kebutuhan pokek mengalami kenaikkan sejak Januari 2020 ini, namun paling signifikan lonjatannya pada seminggu yang lalu.

“Sebelumnya harga beras merek Mutiara perkarung 50 kilo gram bermain di angka Rp 520 ribu sampai Rp 530 ribu, tapi sekrang Rp 550 ribu perkarung. Hal ini dikarenakan saat ini belum musim panen. Diperkirakan bulan April harga beras akan kembali turun.” Katanya, Rabu (11/3/2020)

Pada bulan Februari 2020, harga gula curah (eceran, red) Rp 13 ribu perliter sekarang Rp 15 perliter. Penyebab tingginya harga gula dikarenakan distributor mengalami kekosongan karena saat ini baru mau musim panen.

Bawang putih juga mengalami lonjakan dimana pada bulan Februari harga bawang putih Rp 35 ribu perkilo, namun sekarang Rp 70 ribu perkilo. “Bawang putih mahal karena kebanyakan diimpor dari China kita tahu sendiri sekarang lagi ada wabah corona sehingga bawang putih mengalami kenaikan.” ngkapnya

Id Bulog

Sementara untuk harga minyak goreng curah bimoli awalnya hanya Rp 20 ribu 1,5 liter, namun sekarang Rp 22 ribu.

Kacang hijau juga mengalami kenaikkan dari harga normal Rp 18 ribu perliter, sekarang menjadi Rp 22 ribu perliter. Namun pihak Disperindag Wakatobi belum mengetahui penyebap naiknya harga kacang hijau.

Safiuddin mengungkapkan, kenaikkan harga sejumlah barang kebutuhan pakok ini bukan hanya terjadi di Wakatobi namun juga terjadi disejumlah kabupaten karena dipengaruhi oleh masa panen dan kekosongan didistributor.

Sehingga pihaknya segera akan mengambil langkah-langkah antisipasi seperti melakukan komonikasi dengan para pangusaha atau pemodal besar di Wakatobi agar menjadi distributor barang di Wakatobi.

Ia juga telah berkoordinasi dengan pihak Bulog, dan ternya ketersediaan beras disana masih banyak, sehingga ia berharap masyarakat bisa membeli beras di gudang maupun di Distributor Bulog yang ada di setiap kecamatan.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.