Sekertaris Golkar Tak Dilibatkan, Muscam Dianggap Illegal

SULTRAKINI.COM : KOLAKA – Pecah kongsi di internal pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kolaka kembali diterpa. Pemicunya lantaran hajatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) digelar tanpa sepengetahuan Sekertaris DPD Golkar Kolaka, Andi Muhammad Zaenuddin.\”Saya dapat info Muscam sudah digelar diseluruh kecamatan. Tapi, kok saya selaku Sekertaris DPD Golkar Kolaka tidak disampaikan ada kegiatan seperti itu. Karena itu, saya anggap Muscam ini ilegal karena tidak prosedural,\” tegas Andi Zaenuddin, Rabu (30/3/2016).Dari informasi yang diperoleh Zaenuddin, Muscam digelar di 12 kecamatan oleh Karim Manga  atas mandat Ketua DPD Golkar Kolaka, Umar Tebu.\”Aturannya pelaksanaan Muscam diselenggarakan satu tingkat diatasnya dalam hal ini DPD II. Artinya secara paripurna dibicarakan terlebih dahulu di internal pengurus DPD II secara kolektif kolegial. Anehnya, belakangan diketahui Muscam telah digelar tanpa saya ketahui. Keputusan ini merupakan bentuk potensi pelanggaran AD / ART Partai Golkar,\” terang Zaenuddin lagi.Karena dinilai tak prosedural, Zaenuddin secara tegas mengatakan dirinya tak akan menandatangani Surat Keputusan Pengurus Kecamatan.\”Surat Keputusan Pengurus Kecamatan diteken oleh ketua dan sekertaris. Tapi, nanti SK itu saya tidak akan teken karena prisesnya tidak sesuai aturan yang ada,\” kata staf ahli DPR RI partai Golkar ini.Zaenuddin menilai langkah yang diambil Umar Tebu mencerminkan ketidakpahaman dalam menjalankan roda organisasi partai Golkar. Bahkan ia mensinyalir dirinya tak dilibatkan dalam pelaksanaan Muscam karena Umar Tebu masih terbawa suasana Musda DPD II di Kendari beberapa bulan lalu.\”Saya menilai ini masih ada hubungannya dengan Musda. Saat itu saya dipilih sebagai Sekertaris dalam Musda. Tapi belakangan Umar Tebu ingin melenserkan saya dengan menunjuk Nasir Adam diluar keputusan Musda,\” bebernya.Sementara itu, Abdul Karim Manga, salah satu pengrus DPD II Golkar yang dihubungi mengaku jka pelaksanaan Muscam sudah selesai tinggal menunggu SK.Ditanya seputar pelakasaan Muscam yang tidak sepengatuhan sekeretaris. Karim Manga tak mau menjelaskan secara detail.\”Kalau Muscam memang sudah dilaksanakan, soal sekretais itu jangan tanya saya, saya ini hanya pelaksana atas mandat ketua DPD, tanya saja pak ketua ya,\” ujar Karim.Terkait hal itu, Ketua DPD II Golkar Kolaka, Umar Tebu balik menyorot kinerja Zaenuddin.\”Saya melihat Zaenuddin itu justru bukan bekerja membesarkan partai, kita sudah melakukan berbagai upaya untuk membesarkan partai tapi justru dia mau lagi usik-usik,\” terangnya.Menurutnya, peryataaan yang dilontarakan Zaenuddin tersebut bukanlah atas nama DPD II Partai Golkar, sebab dirinya sudah menyampaikan semua kader jika ada yang ingin membuat pernyataan ke publik harus melalui ketua DPD II.\”Dia tidak boleh bicara seperti itu mengatasnamakan partai, kalau pribadi boleh, sebab saya sudah bilang semua pernyataan itu harus melalui saya sebagai ketua,\” terang Umar Tebu. Lanjutnya dalam pelaksanaan Muscam tersebut Zaenuddin tidak dilibatkan karena akhir – akhir ini dia memiliki kesibukan ditambah lagi tenggang waktu Muscam yang terbatas.\”Muscam memang dia tidak pernah ikut, soalnya banyak dia urus, sibuk, kita ini diburu waktu, ada batas waktu pelaksaan Muscam,\” tandasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.