SULTRAKINI.COM: WAKATOBI - Sambil berbusana adat nusantara, 36 para pemuda mengikuti upacara bendera hari sumpah pemuda di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (30/10/2017). Meski telah lewati dua hari, namun busana adat yang dikenakan secara berpasangan itu, memperlihatkan 18 corak budaya daerah yang ada di Indonesia di halaman kantor Bupati Wakatobi.

Semarak Sumpah Pemuda Belum Surut di Wakatobi, Arhawi: Hilangkan Perbedaan
Upacara memperingati hari sumpah pemuda di Kabupaten Wakatobi, Sultra (30/10/2017). (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

Sejumlah busana terlihat diperingatan deklarasi sumpah pemuda 1928. Misalnya busana adat Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Betawi, Buton, serta busana adat lainnya.

Pelaksanaan upacara turut dihadiri para organisasi pemerintah daerah, mahasiswa, dan para siswa tingkat SD,SMP, serta SMA.

Menurut Bupati Wakatobi, Arhawi, momentum sumpah pemuda diharapkannya bisa menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan Indonesia, khususnya Wakatobi. Persatuan dinilainya penting dari pada sekadar membangun negeri yang biasa dilakukan pemerintah pusat maupun daerah. Sebab, itu akan sia-sia dimasa depan.

"Jangan lagi ada perbedaan, jangan hianati sumpah yang telah diucapkan oleh leluhur kita dulu, untuk mempersatukan bangsa Indonesia," kata Arhawi.

(Baca juga: Ikrar 'Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia')


Laporan: Amran Mustar Ode

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations