Iklan Clarion

Sembilan Mayat Terapung di Selat Malaka, Penyebab Kematian Masih Misterius

SULTRAKINI.COM: Kepolisian Resor Bengkalis kembali mendapatkan identitas mayat terapung di Perairan Selat Malaka, wilayah Desa Pambang, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Riau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, mengatakan dari sembilan mayat ditemukan, tiga di antaranya teridentifikasi. Mayat yang sudah teridentifikasi adalah Ujang, Maya Karina, dan Mimin Dewi.

Kepolisian memperkirakan masih ada mayat lainnya belum ditemukan, namun sejauh ini belum dapat memastikan apakah mereka adalah tenaga kerja Indonesia atau korban perdagangan manusia.

“Sampai sekarang, Basarnas Dumai Polair gabungan masih mencari. Karena informasinya masih ada yang belum ditemukan,” ujar Paur Humas Polres Bengkalis, Ipda Kasmandar Subekti Senin (3/12).

Mayat pertama ditemukan di Perairan Rapat Utara, Sabtu, 24 November dan diduga adalah nelayan dilaporkan menghilang sebelumnya.

Setelah diautopsi, karena tidak ada pihak keluarga yang mengakui, mayat diserahkan ke Dinas Sosial Kota Dumai dan dikuburkan di sana. Pada 27 November, nelayan menemukan satu jenazah pria yang mengapung di sekitar Pulau Rupat.

Kamis (29/11) sekitar pukul 15.00 WIB, nelayan kembali menemukan tiga mayat terdiri dari dua laki-laki, satu perempuan mengapung sekitar 3,2 kilometer dari Pantai Desa Pambang. Kemudian Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 14.00 WIB, ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan.

Tim gabungan kepolisian, TNI, dan Basarnas melakukan penyisiran. Tiga mayat lainnya kembali ditemukan pada Sabtu (1/12) pukul 11.00 WIB. Polisi hanya menemukan satu identitas dari ketiga jasad tersebut.

Saat ditemukan, kesembilan jasad sudah dalam kondisi rusak dan ada yang tidak utuh sehingga mempersulit proses identifikasi.

Sejauh ini, polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada mayat tersebut.
Polisi juga masih menyelidiki penyebab kematian para korban. Sejauh ini belum ditemukan bangkai kapal atau apapun yang mungkin ditumpangi korban sebelum ditemukan terapung di lautan.

Dari berbagai sumber

Laporan: Wa Ode Rahmah Maulidya Wuna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.