Sembilan Organisasi Daerah Gelar Festival Kuliner Tradisional Khas Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pancana Institut bersama sembilan organisasi daerah (organda) pemuda di Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Festival Kuliner Tradisional Bumi Anoa di Kendari, Sabtu (23/1/2021) malam.

Kegiatan yang bertemakan “Kolaborasi Pemuda dalam Menguatkan Kepribadian Budaya Lokal Melalui Pengenalan Kuliner” tersebut turut dihadiri Wali Kota Bau-bau AS Tamrin dan kepala Dinaa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio.

Saat membuka acara tersebut, AS Tamrin menyampaikan rasa bangga serta apresiasinya terhadap anak-anak muda yang menyelengarakan kegiatan untuk
memperkenalkan makanan khas daerah Sulawesi Tenggara.

“Oleh sebab itu, kita harapkan acara begini jangan berakhir sekali ini. Sebagai sebuah acara yang pertama kali dilaksanankan, saya kira sudah cukup. Ada berapa kelompok tadi
saya lupa, dan kedepan harus lebih banyak yang ikut membawakan identitasnya masing-masing daerah,” tutur Walikota Baubau.

Ketua Umum Pancana Institut menyatakan, Dina Muslimin Ahi, mengangkat kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan bagaimana kepribadian yang ada ditiap daerah dalam lingkup Sulawesi Tenggara melalui makanan khasnya.

“Untuk total kulinernya ada 20 macam lebih itu dari pancana institut, tapi kalau untuk tiap organdanya saya kurang tau. Ada yang namanya Kambewe ada yang namanya Woto. Woto ini dia salah satu makanan yang melegenda. Kenapa disebut begitu?, karena masyarakat
Buton Tengah berdasarkan history budaya atau berdasarkan referensi sebelum mengenal
nasi atau beras, mereka mengomsumsi Woto. Kalau mungkin di Maluku itu disebutnya
Otong, masih sejenis dengan gandum,” ucapnya.

Sembilan organda yang melaksanakan Festival tersebut, yakni, Pancana Institut, FORMMASTA RAYA KENDARI, IPPMAL, Hipmilak, Hipmawamolo, Hippmas Raya KENDARI, KMB Laskar Arum Palakka, IMPPW Sultra dan Hippmibar Kendari.

Kepala Dinas dan Kebudayaan Sultra, Asrun Lio, juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kedepannya kita bantu dalam hal memfasilitasi seperti penyediaan sebuah ruang agar terus dilaksanakan guna memajukan kebudayaan dan pengenalan kuliner khas
daerah Sulawesi Tenggara,” katanya

Laporan: Mahatma Adnan Nuari
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.