SUARA

Sembilan Warga Tinanggea Tersambar Petir di Sawah

SULTRAKINI.COM: KONAWE SELATAN – Musibah datang kadang tidak diketahui. Begitupun yang dialami sembilan warga asal Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Niat ingin berteduh dari derasnya hujan, tidak tahunya justru tersambar petir, Sabtu (17/3/2018).

Para petani Desa Tatangge dan Desa Lanowulu ini tidak menyangka, awalnya bersama-sama sedang memanen padi di sawah milik orang asal Langkadea, Kabupaten Bombana siang itu. Hujan yang deras pun menghentikan aktivitas mereka dan memilih berteduh di rumah sawah.

“Pada saat sementara memanen padi, turun hujan deras disertai petir sehingga korban bersama-sama bernanung di rumah sawah, selang beberapa menit, rumah sawah tersebut tersambar petir hingga mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka,” jelas Kapolsek Tinanggea, AKP Gusti K Sulastra.

yamaha

Sembelan orang tersebut, tiga di antaranya meninggal. Sedang sisanya mengalami luka-luka.

Berikut kondisi sembilan korban tersambar petir di Kecamatan Tinanggea yang mendapatkan pertolongan medis di Klinik dr. Mbayo di Desa Tolutu Jaya.

1. Leman, 18 tahun, Desa Lanowulu, mengalami nyeri dan kram di sekujur tubuhnya;
2. Ali Aedin, 43 tahun, Desa Lanowulu, mengalami luka bakar pada betis sebelah kanan;
3. Muryati, 41 tahun, Desa Lanowulu, mengalami nyeri dan kram di sekujur tubuhnya;
4. Pui, 39 tahun, Desa Lanowulu, mengalami kram dan nyeri di sekujur tubuhnya;
(keempat korban tersebut masih dirawat di Klinik dr. Mbayo)
5. Mira, Desa Lanowulu, suami Tare
6. Martina, suami Askap
(keduanya telah pulang ke rumah masing-masing)
7. Alm. Tare, 42 tahun, Desa Lanowulu, mengalami luka bakar dan lubang di bagian dada sebelah kiri (suami Mira yang juga korban);
8. Alm. Askap, 48 tahun, Desa Lanowulu, meninggal mengenaskan (suami Martina yang juga korban);
9. Alm. Hasni, 40 tahun, meninggal mengenaskan.

 

Laporan: Adryan Lusa

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.