Sempat Lesuh, Aktivitas Bongkar Muat Barang di Jembatan Batu Baubau Kembali Normal

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Aktivitas bongkar muat barang campuran sempat anjlok saat pandemi Covid-19 di Jembatan Batu, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Bahkan, pernah tidak mendapatkan laporan aktivitas bongkar muat.

Barang muatan kapal-kapal yang berlabuh di Jembatan Batu, Baubau memuat kebutuhan pokok sehari-hari warga setempat. Namun, apabila dalam jumlah sedikit tidak dilakukan pencatatan. Sementara kapal berkapasitas 7 GT selalu dilaporkan pihak kapal sebelum berangkat ataupun berlabuh.

Namun semenjak adanya pandemi covid, aktivitas bongkar muat barang sempat lesuh. Bahkan menurun drastis. Aktivitas tersebut kini berangsur normal sebulan terakhir ini.

Penurunan tersebut dinilai imbas dari kebijakan-kebijakan setiap daerah dalam penanganan Covid-19, terutama kapal dari daerah yang biasanya memasok barang. Misalnya, adanya daerah yang menggelar lockdown ataupun pelarangan penyeberangan kapal.

Di satu sisi, jumlah penumpang dari dan ke Kota Baubau juga ikut terdampak pandemi.

“Semua aktivitas bongkar muat mengalami penurunan drastis-baik barang masuk dan keluar, awal bulan pandemi itu hampir 50 sampai 60 persen, namun di bulan terkahir ini semua mulai kembali normal,” terang Kepala Seksi Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Baubau, Ahmad Rizal, Kamis (8/10/2020).

yamaha

Ditambahkan Koordinator Lapangan Pos Jembatan Batu Dinas Perhubungan Kota Baubau, Sujarwadi, aktivitas bongkar muatan barang campuran sebelum pandemi tercatat mencapai 350 ton. Pada April 2020, pihaknya bahkan tidak mendapatkan laporan sama sekali. Nanti Mei 2020 tercatat 120 ton barang campuran.

“Pada Juni kembali normal diangka 350 ton, Juli 290 ton, Agustus 340 ton, dan September 320 ton,” tambah Sujarwadi.

Diterangkannya, operasi bongkar muat barang campuran selama pandemi ini biasanya per minggu. Kapal-kapal yang berlabuh datang dari Kabupaten Bombana, Siompu (Buton Selatan), Mawasangka dan Lamena (Buton Tengah), Kabupaten Wakatobi, dan kapal lainnya dari sekitaran Pulau Buton. Misalnya, Kapal dari Bombana bermuatan agar-agar dan Wakatobi bermuatan bawang dan garam.

Kapal dari luar daerah juga bersandar, seperti, kapal dari Ambon memuat kopra dan kapal dari Bima bermuatan bawang.

Peningkatan bongkar muat barang, kata Sujarwadi, mulai nampak pada hari Senin dan Kamis, yakni bongkar muat bawang dan pisang.

“Juni sudah mulai tidak ada pelarangan menyeberang lagi, bisa kita lihat sudah ada bongkar muat kopra dari Ambon hari ini,” jelasnya. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.